Jakarta, Venuemagz.com – Sektor pariwisata Indonesia membuka lembaran tahun 2026 dengan catatan impresif. Memasuki triwulan pertama, industri ini terbukti menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh tangguh sebesar 5,61 persen secara year-on-year (yoy).
Dalam capaian positif tersebut, sektor pariwisata memberikan kontribusi sebesar 4,01-5,00 persen, sesuai estimasi Badan Pusat Statistik atau BPS (data sementara) dan Office of Chief Economist Bank Mandiri. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia dapat tetap tumbuh di tengah situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
“Secara keseluruhan, pencapaian sektor pariwisata pada bulan Maret 2026 merupakan prestasi yang membanggakan dan membuktikan resiliensi pariwisata Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menyampaikan “Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata” di Jakarta.
Prestasi tersebut juga dapat dilihat dari jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada semester awal ini. Berdasarkan data BPS, kunjungan wisman pada Januari-Maret 2026 meningkat 8,62 persen dibandingkan Januari-Maret 2025 (year-to-date).
Sedangkan, pada Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 1,09 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 10,50 persen dibandingkan dengan Maret 2025 yang sebesar 984.769 kunjungan.
Peningkatan tersebut terjadi karena Indonesia berhasil menerapkan strategis adaptif dengan mengalihkan fokus ke pasar alternatif. Hasilnya, wisman asal Oseania dapat tumbuh 19,32 persen, Asia Tenggara tumbuh 18,84 persen, dan Asia lainnya tumbuh 8,03 persen pada periode Maret 2026 secara year-on-year.
Sementara itu, rerata pengeluaran wisman per kunjungan atau Average Spending per Arrival (ASPA) untuk Triwulan I 2026 sebesar US$ 1.345,61 atau setara Rp22,87 juta (kurs dolar AS ke Rupiah per 31 Maret 2026 Rp16.992). Angka ini menandai pencapaian yang sangat signifikan dengan pertumbuhan 5,36 persen secara year-on-year.
Wisatawan Nusantara Terus Tumbuh
Pertumbuhan pariwisata Indonesia juga ditunjang oleh pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) ke berbagai destinasi tanah air. BPS mencatat ada 126,34 juta perjalanan wisnus pada Maret 2026 yang meningkat 42,10 persen dibandingkan Maret 2025.
Peningkatan ini utamanya dipicu momen libur Nyepi dan Idul Fitri di Maret 2026 yang disertai peningkatan konsumsi masyarakat. Secara kumulatif Januari-Maret 2026, perjalanan wisatawan nusantara mengalami peningkatan sebesar 13,14 persen menjadi 319,51 juta perjalanan.
Selain itu, Kemenpar juga terus memantau perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri atau yang disebut wisatawan nasional. Sebanyak 793.158 perjalanan wisatawan nasional tercatat pada Maret 2026 atau meningkat 36,26 persen dibandingkan Maret 2025. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh momen libur hari raya keagamaan.
Kendati demikian, jumlah wisatawan nasional masih lebih rendah dibandingkan kunjungan wisman pada Maret 2026 atau secara kumulatif Januari–Maret 2026. Hal ini juga sebagai bentuk prestasi yang membanggakan dari pemerintah Indonesia.
Pada Maret 2026, kunjungan wisman tercatat surplus sebesar 0,30 juta kunjungan, sedangkan periode Januari–Maret 2026 terjadi surplus 0,94 juta kunjungan. Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia.
“Ke depannya, Kementerian Pariwisata akan terus mengupayakan pengembangan produk dan paket wisata yang tepat untuk mengembangkan pariwisata berkualitas yang membawa dampak positif secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan,” ungkap Widiyanti.




