Jakarta, Venuemagz.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berkomitmen untuk menjalankan berbagai program prioritasnya sebagai bentuk dukungan terhadap misi Asta Cita. Sejumlah program telah dilakukan sepanjang bulan Januari hingga April 2026 dan berhasil mencatatkan hasil positif di dalamnya.
Untuk memaksimalkan dampak ekonomi bagi masyarakat, Kemenpar telah menjalankan program Event by Indonesia yang di dalamnya terdapat penyelenggaraan Karisma Event Nusantara (KEN). Berdasarkan data yang diperoleh, sejak Januari hingga 6 Mei 2026, KEN telah berhasil menjalankan 13 event yang tersebar di 11 provinsi Indonesia.
Dari seluruh jumlah tersebut, terdapat 10 event yang telah selesai dikaji dan dilihat dampaknya. Hasilnya, 10 event tersebut berhasil mendatangkan 752,30 ribu pengunjung, transaksi ekonomi sebesar Rp74,25 miliar, melibatkan 3.760 UMKM, 6.950 pekerja seni, dan membuka lapangan kerja bagi 3.260 tenaga kerja.
Hasil tersebut juga didukung dengan kolaborasi strategis yang dilakukan Kemenpar bersama PT MDTV (bagian dari MD Entertainment). Keduanya memiliki kesepakatan melalui Nota Kesepahaman Bersama (MoU) untuk mempromosikan dan publikasi Event by Indonesia.
Dalam promosi pariwisata Indonesia, Kemenpar juga berpartisipasi dalam tiga pameran dan satu kegiatan sales mission. Kegiatan tersebut adalah Asia Dive Expo (ADEX) 2026, Macao International Travel Expo (MITE) 2026, Deep & Extreme Indonesia (DXI), dan Sales Mission Japan 2026. Rangkaian kegiatan tersebyt mencatatkan total potensi devisa senilai Rp167,92 miliar, potensi transaksi Rp1,88 miliar, serta jumlah potensi perjalanan sebesar 8.270 pax.
Program Prioritas Lainnya
Terkait upaya peningkatan keselamatan wisata, Kemenpar telah melakukan upskilling dan reskilling para pemandu wisata. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan pertama dalam wisata ekstrem melalui pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi pemandu wisata. Salah satunya melalui program peningkatan keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo.

Lalu, untuk mewujudkan pariwisata berkualitas, Kemenpar berupaya memanfaatkan minat khusus berupa gastronomi, marine, wellness, wastra, serta art and design. Itu semua disinyalir dapat menarik wisatawan mancanegara untuk meningkatkan pengeluarannya dan berdaya beli tinggi.
Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dilaksanakan Rapat Koordinasi Politeknik Pariwisata (Poltekpar) yang membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan kelembagaan pendidikan vokasi, penyusunan rencana strategis (Renstra) Poltekpar, serta penataan organisasi. Forum ini diharapkan mampu merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata yang terampil, berdaya saing, serta selaras dengan kebutuhan industri.
Kemudian, untuk pengembangan investasi dan industri pariwisata dilakukan berbagai upaya penataan perizinan berusaha di sektor akomodasi pariwisata. Dalam hal ini, Kemenpar bekerja sama dengan pemerintah daerah, asosiasi, dan online travel agent (OTA) guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi usaha.
Upaya ini ternyata menunjukan hasil yang positif. Berdasarkan data yang diterima per 30 April 2026, jumlah akomodasi pariwisata yang telah terdaftar dan memiliki izin berusaha dalam sistem OSS meningkat 43,12 persen.




