BerandaNewsLion Air Dihapus dari Daftar Hitam Uni Eropa

Lion Air Dihapus dari Daftar Hitam Uni Eropa

Published on

spot_img

Dari Daftar Keamanan Udara Uni Eropa yang baru saja dirilis, Komisi Eropa menegaskan bahwa pembatasan penerbangan terhadap Lion Air dan anak perusahaannya, yaitu Batik Air, kini telah dicabut. Selain itu, maskapai Indonesia lainnya, yaitu Citilink, juga sudah dihapus dari daftar hitam penerbangan Uni Eropa, bersama dengan Air Madagascar dan semua maskapai di Zambia.

Tak hanya itu, mayoritas armada Iran Air kini diizinkan untuk kembali terbang di langit Eropa. Pada awal tahun ini, Iran Air telah menandatangani pemesanan pesawat dalam jumlah besar kepada dua perusahaan Uni Eropa, yakni Airbus dan ATR.

BACA JUGA:  Jumlah Kunjungan Wisman Semester Pertama 2017 Mencapai 6,4 Juta

“Saya senang untuk mengatakan bahwa setelah tujuh tahun bekerja, kita bisa menghapus semua maskapai dari Zambia dari daftar hitam,” kata Violeta Bulc, Komisaris Uni Eropa untuk Transportasi. “Setelah kunjungan saya ke Iran pada April, penilaian teknis berhasil dilakukan pada bulan Mei. Berdasarkan hal tersebut, saya senang untuk mengumumkan bahwa kami sekarang juga mampu mengizinkan sebagian pesawat dari Iran Air kembali ke langit Eropa.”

BACA JUGA:  KEHATI Ajak Anak-Anak Muda Dunia Peduli Pariwisata Berkelanjutan

Lion Air, Batik Air, dan Citilink bergabung dengan Garuda dan Air Asia Indonesia untuk dapat terbang ke destinasi-destinasi di Eropa. Saat ini, Garuda Indonesia merupakan satu-satunya maskapai Indonesia yang terbang ke Eropa.

Lebih dari 200 maskapai, termasuk dari Asia, masih tetap dilarang memasuki wilayah udara Uni Eropa, termasuk semua maskapai yang berbasis di Afghanistan, Kyrgyzstan, Nepal, dan Kazakhstan, kecuali maskapai Astana Air. Maskapai penerbangan nasional Korea Utara, Air Koryo, yang hanya memiliki nilai satu bintang menurut Skytrax, diperbolehkan untuk beroperasi dengan kondisi yang terbatas.

BACA JUGA:  Tiga Jurus Kemenparekraf Bangkitkan Industri MICE

Mayoritas maskapai yang masuk daftar hitam penerbangan Eropa berasal dari Afrika. Banyak negara-negara di Afrika yang sulit untuk keluar dari daftar hitam tersebut, antara lain Benin, Congo, DR Congo, Djibouti, Equatorial Guinea, Eritrea, Liberia, Libya, Mozambique, Sao Tome, Principe, Sierra Leone, dan Sudan.

Penulis: Aldila Putri

Transnusa Resmikan Penerbangan Langsung Bali ke Phuket

Jakarta, Venuemagz.com - PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Denpasar–Phuket...

ITB India 2026 Berakhir di Mumbai, Memperkuat Koneksi Global dengan Pasar Wisata India

Mumbai, Venuemagz.com – ITB India 2026 resmi berakhir di Jio World Convention Centre, Mumbai,...

Hadir Perdana di Pulau Jawa, Angsana Bogor Gunung Geulis Tawarkan Pengalaman Menginap Bagi Keluarga

Bogor, Venuemagz.com - Angsana bagian dari Banyak Group meluncukan hotel terbarunya yang berlokasi di...

Four Points by Sheraton Bekasi Gelar Pameran Pernikahan dengan Hadiah Cincin Rp25 Juta 

Bekasi, Venuemagz.com - Four Points by Sheraton Bekasi akan menggelar pameran pernikahan bertajuk NIAT...

Transnusa Resmikan Penerbangan Langsung Bali ke Phuket

Jakarta, Venuemagz.com - PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Denpasar–Phuket...

ITB India 2026 Berakhir di Mumbai, Memperkuat Koneksi Global dengan Pasar Wisata India

Mumbai, Venuemagz.com – ITB India 2026 resmi berakhir di Jio World Convention Centre, Mumbai,...

Hadir Perdana di Pulau Jawa, Angsana Bogor Gunung Geulis Tawarkan Pengalaman Menginap Bagi Keluarga

Bogor, Venuemagz.com - Angsana bagian dari Banyak Group meluncukan hotel terbarunya yang berlokasi di...