Pentingnya Kolaborasi di Tengah Pandemi

Tuesday, 23 June 20 Bonita Ningsih
Telkomsel IIMS 2019

Dalam menjalankan sebuah bisnis, kolaborasi menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh para pelaku industri. Apalagi, dengan kondisi saat ini, kolaborasi menjadi penting dilakukan untuk menciptakan sebuah bisnis yang baik.

Hariman T. Zagloel, Presiden Direktur PT Samudra Dyan Praga, mengatakan, kolaborasi dapat tercipta dalam situasi apa pun. Bahkan, sebelum pandemi ini terjadi di Indonesia, sudah banyak industri yang telah melakukan kolaborasi dalam melakukan sebuah bisnis.

“Banyak yang melakukan kolaborasi, tetapi kebanyakan mandek di tengah jalan. Ini yang perlu kita perhatikan, kenapa bisa mereka gagal dalam berkolaborasi? Di sini, saya melihat ada prinsip kolaborasi yang tidak terpenuhi,” jelas Hariman.

Dalam hal ini, Hariman menjelaskan prinsip-prinsip apa saja yang harus dipenuhi dalam melakukan sebuah kolaborasi. Hal ini dilakukan agar semangat kolaborasi dapat terus berjalan dan tidak hilang ditelan waktu.

“Jadi, di sini kebanyakan orang hanya semangat di awal-awalnya, setelah itu sudah hilang semangatnya. Itu yang tidak boleh terjadi, karena semangat kolaborasi ini ‘kan lebih baik menyelesaikan masalah secara bersama-sama dibandingkan sendiri,” ungkapnya lagi.

Prinsip pertama yang harus diperhatikan dari kolaborasi ialah menentukan setting goal secara bersama-sama. Berbicara kolaborasi, tentunya ada banyak pihak yang terkait di dalamnya sehingga perlu menyatukan pemikiran sebelum menjalankan bisnisnya. Ia juga mengatakan, ini menjadi salah satu masalah paling krusial karena banyak orang yang tidak membicarakan perihal setting goal di awal kolaborasinya.

Setting goal ini sering tidak dibicarakan, harusnya sebelum goal itu harus disinkronkan dulu mimpi satu sama lain. Mimpi tiap orang pasti beda-beda, jadi itu dulu yang harus disatukan,” ujar Hariman.

Selain setting goal, dalam kolaborasi juga diperlukan setting mekanisme dari masing-masing industri. Apalagi, saat melibatkan banyak pihak untuk melakukan kolaborasi, diperlukan waktu khusus untuk duduk bersama membahas mekanisme dari masing-masing industri.

Halaman : 12