Meski MICE Anjlok, ITDC Tetap Jaga Kondisi Nusa Dua

Tuesday, 07 April 20 Nila Sofianty
disinfektan nusa dua bali

Meski dunia pariwisata di Bali, khususnya MICE di ITDC yang dikenal sebagai pusatnya MICE kelas dunia, tengah anjlok karena badai Covid-19, manajemen ITDC tetap menjaga kondisi Nusa Dua. Sejumlah langkah kebijakan juga telah diambil dan dijalankan manajemen The Nusa Dua.

I Gusti Ngurah Ardita, Managing Director The Nusa Dua, mengatakan, “Langkah ini sejalan dengan surat edaran dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali tentang peningkatan kewaspadaan penyebaran penyakit akibat virus corona (COVID-19) melalui gerakan hygiene dan sanitasi lingkungan.”

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika NTB, melalui Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua terus menjaga kondisi kawasan The Nusa Dua dengan melakukan langkah mitigasi penyebaran pandemi COVID-19 dan memonitor kesehatan mereka yang bekerja dan berwisata di dalam kawasan.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Dorong ISTC Percepat Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

Langkah-langkah mitigasi yang telah dilakukan di antaranya mengeluarkan surat imbauan penyediaan dan penggunaan hand sanitizer kepada para hotel dan fasilitas di The Nusa Dua pada tanggal 13 Februari 2020 serta melakukan penyemprotan cairan desinfektan di sejumlah titik, di antaranya, toilet publik, musala, stan kuliner yang dikelola paguyuban masyarakat, pos pengamanan, mesin ATM, dan shuttle bus

Tenant dan fasilitas di kawasan The Nusa Dua juga telah diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh bagi karyawan masing-masing maupun pengunjung, melaksanakan kegiatan kebersihan secara rutin di dalam bangunan/lingkungan hotel/restoran/tempat usaha lainnya, menyiapkan crisis center sebagai tempat pengaduan pengunjung/tamu jika ada gejala di luar kondisi normal, melakukan mitigasi jika ada suspect dan membawa ke rumah sakit terdekat, serta melakukan monitoring berkala dengan pihak terkait, seperti dinas kesehatan dan rumah sakit.

“Melalui langkah-langkah mitigasi yang telah kami lakukan, kami berharap dapat terus mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kawasan The Nusa Dua,” ujar Gusti Ngurah Ardita.

BACA JUGA:   Tepat Waktu, Kunci Perkembangan Pariwisata Indonesia

Kawasan The Nusa Dua tercatat memiliki 10.713 orang yang bekerja di 1 kantor pengelola, 24 hotel, dan 6 fasilitas. Sementara, jumlah wisatawan yang menginap di The Nusa Dua hingga 26 Maret mencapai 23.412 orang.

Di kalangan internal, SBU The Nusa Dua telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Working From Home) pada tanggal 16 Maret-5 April 2020, kecuali bagi mereka yang bertugas menjaga keamanan dan kebersihan kawasan.

“Selain memastikan kondisi kesehatan harian para petugas keamanan dan kebersihan kawasan, kami juga melengkapi mereka dengan Alat Pelindung Diri (APD) dalam mengemban tugas sehari-hari sehingga mereka dapat terhindar dari risiko-risiko gangguan kesehatan. Kami juga mengarahkan mereka untuk selalu menerapkan social distancing saat bekerja,” tambah Ngurah Ardita.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Gelar Bazar #GakMudikDibikinAsik

Merebaknya wabah COVID-19 telah memengaruhi kinerja industri pariwisata di dunia dan Indonesia, khususnya tingkat hunian hotel. Tingkat hunian di The Nusa Dua per 26 Maret 2020 adalah sebesar 30,45 persen. Jumlah ini turun dari tingkat hunian pada bulan Februari 2020 yang mencapai 51,98 persen, dan turun dibandingkan dengan tingkat hunian pada bulan Februari 2019 yang sebesar 72,58 persen.

“Kami sebagai pengelola kawasan berkomitmen terus menjaga kawasan The Nusa Dua dapat steril dari penyebaran COVID-19 dan berharap pandemi COVID-19 dapat segera teratasi sehingga industri pariwisata di Bali, khususnya The Nusa Dua, dapat kembali bergerak naik,” tutup Ngurah Ardita.