Perhimpunan Kebun Binatang Minta Limpahan Makanan dari Hotel

Friday, 08 May 20 Bonita Ningsih

Pandemi virus COVID-19 berdampak besar terhadap pariwisata di Indonesia. Beberapa tempat pendukung pariwisata seperti hotel, restoran, taman rekreasi, taman hiburan, dan pengelolaan konservasi (LK) atau kebun binatang harus menghentikan sementara operasionalnya demi menghentikan penyebaran virus Corona.

Dengan penutupan tersebut, banyak kebun binatang di Indonesia yang mengalami kesulitan untuk memberikan pakan satwa-satwa di dalamnya. Oleh karenanya, Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) meminta bantuan pakan satwa kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Tony Sumampau, Sekretaris Jenderal PKBSI, menjelaskan, sejak ditutupnya kebun binatang untuk masyarakat umum, pihak pengelola kesulitan untuk mendapatkan biaya pakan para satwanya. Menurutnya, untuk kebun binatang yang terbilang kecil sudah tidak mampu menanggung beratnya biaya pakan selama pandemi COVID-19.

“Kebun binatang di Indonesia ‘kan ada beberapa kriteria, ada yang besar, sedang, dan kecil. Untuk yang besar memang masih bisa bertahan selama tiga bulan tanpa pemasukan, tetapi yang kecil ini sudah dalam kondisi sulit, makanya kita butuh bantuan,” ujar Tony.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Hadirkan Pelatihan Digitalisasi Bagi Pelaku Ekraf

Tony menjabarkan biaya pakan yang harus dikeluarkan setiap kebun binatang yang ada di Indonesia. Misalnya saja hewan karnivora, ia mengatakan rata-rata karnivora membutuhkan 4-5 kg daging per ekor per harinya. Ditambah dengan kebutuhan pakan satu ekor gajah yang bisa menghabiskan 200 kg rumput segar dan buah-buahan setiap harinya. Belum lagi pakan satwa antelope, primata, unggas, reptil, dan lainnya.

“PKBSI ini merawat lebih dari 200 ekor gajah Sumatera dan mengelola 250 ekor harimau, singa, macan tutul jawa, dan karnivora kecil lainnya. Hewan-hewan ini memang yang membutuhkan makanan paling banyak dibanding hewan lainnya, dan biayanya itu sangat besar,” katanya lagi.

Melihat kondisi saat ini, Tony bertekad meminta bantuan kepada beberapa pihak, salah satunya ialah PHRI. Inisiatif ini dilakukan setelah melihat aksi Solidaritas Pangan Denpasar (SPD) yang menyumbangkan 600 kg daging sapi untuk pakan satwa di Bali Safari. Hal ini dilakukan lantaran sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, stok daging dan sayuran di Bali melimpah dikarenakan banyak hotel dan restoran yang menghentikan sementara operasionalnya.

BACA JUGA:   Seperti Apa Nasib Bisnis Hotel 2022?

“Kebetulan mereka itu supplier hotel dan restoran di Bali, jadi daripada rusak, mereka sumbangkan ke kebun binatang. Oleh karenanya, kami memohon kepada PHRI untuk mengimbau para hotel dan restoran yang tidak beroperasi selama pandemi, untuk menyumbangkan daging, buah, atau sayuran kepada kami,” ungkapnya.

Surat permohonan bantuan pun sudah dikirimkan oleh PKBSI kepada PHRI pada tanggal 4 Mei 2020. Menurut Tony, saat ini surat tersebut sudah ditanggapi dengan baik oleh pengurus PHRI dan akan segera diproses untuk pengajuan bantuannya.

“Surat kami sudah ditanggapi dengan baik oleh Pak Ketua dan Pak Sekjen PHRI. Mereka bilang akan mencoba menyebarkan hal ini kepada para anggotanya. Jadi, saat ini memang PHRI sedang siap-siap dan mengumpulkan apa saja yang dapat diberikan kepada kita,” ucapnya lagi.

BACA JUGA:   Taxi Fabric, Magnet Baru Kota Mumbai

PKBSI saat ini memiliki 57 anggota yang terdiri dari Lembaga Konservasi atau Kebun Binatang di Indonesia. Mempekerjakan 22.000 tenaga kerja tetap maupun harian, merawat 4.912 spesies hewan, dan lebih dari 70.000 ekor satwa mamalia, unggas, reptil, dan ikan yang berasal dari spesies endemik. Hewan-hewan tersebut berasal dari berbagai belahan dunia dan dilindungi oleh negara.