Pesawat Delegasi IMF-WB akan Parkir di Empat Bandara Ini

Wednesday, 17 January 18   27 Views   0 Comments   Harry Purnama
Bandara Sepinggan Balikpapan
Bandara Sepinggan di Balikpapan akan menjadi salah satu lokasi parkir pesawat delegasi annual meeting IMF-WB. Foto: Venuemagz/Erwin

Perhelatan akbar annual meeting International Monetary Fund – World Bank Group (IMF WBG) semakin dekat. Segala persiapan pun terus dilakukan untuk menyukseskan acara tersebut, salah satunya penyediaan lahan parkir pesawat para delegasi yang datang dari 189 negara. Kementerian Perhubungan akan menyediakan empat bandara untuk menampung parkir pesawat yang membawa 15.000 delegasi IMF yang datang ke Bali.

“Untuk alternatif parkir pesawat kita siapkan empat bandara, yakni Lombok International Airport, Bandara Juanda Surabaya, Hasanuddin International Airport di Makassar, dan Bandara Sepinggan di Balikpapan. Semua sudah siap,” ujar Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan.

Bukan tanpa alasan Menhub Budi Karya menyiapkan bandara alternatif. Maklum, apron Bandara Internasional Ngurah Rai terbatas.

“SOP-nya pasti kepala negara itu akan mendarat di Ngurah Rai. Karena kapasitas apron terbatas, nantinya setelah mendarat, pesawat yang membawa delegasi akan parkir di beberapa bandara lain yang sudah kita siapkan,” ujar Budi Karta.

PT Angkasa Pura I (Persero) juga tidak tinggal diam. Rencana matang pun sedang digodok, salah satunya rencana reklamasi guna memperluas area parkir dan area apron sehingga jumlah pesawat yang parkir bisa ditambah saat gelaran International Monetary Fund-World Bank Annual Meetings 2018. Tak tanggung-tanggung dana sebesar Rp1,7 miliar siap digelontorkan AP I untuk perluasan tersebut.

“Dalam waktu bersamaan, akan ada puluhan ribu delegasi dan wisman baru yang masuk ke Bali. Tidak semua bisa tertampung dan parkir di Bali. Untuk mempermudah pergerakan pesawat, perluasan parking stand dan area apron harus dilakukan,” kata Yanus Suprayogi, General Manager Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga angkat bicara. Dirinya yakin dengan persiapan yang matang menjelang International Monetary Fund-World Bank Annual Meetings 2018 akan membuat nama Indonesia lebih terkenal ke seluruh dunia.

“Semangatnya Indonesia Incorporated. Ini acara besar. Untuk bisa sukses, kita harus kerja bersama. Ini menjadi ajang untuk mempromosikan Bali, Bali and Beyond, dan Wonderful Indonesia secara konkret,” kata Arief.

Kementerian Pariwisata sudah menyiapkan berbagai paket wisata terkait dengan kedatangan 15.000-an delegasi International Monetary Fund-World Bank Annual Meetings itu. “Kami berharap semua berjalan dengan lancar dan baik,” jelas Arief Yahya.

Keyakinan yang sangat masuk akal mengingat di luar delegasi resmi, acara tersebut juga akan dihadiri perwakilan lembaga kerja sama ekonomi global dan regional, lembaga masyarakat sipil, kalangan swasta dan akademisi, serta media dari seluruh penjuru dunia.

“Ini saatnya untuk lebih memopulerkan destinasi-destinasi wisata di Indonesia pada dunia, terlebih lagi para delegasi dan undangan yang datang merupakan top eksekutif. Dampaknya akan berganda dan nilai ekonomi yang dihasilkan juga relatif besar,” ujar Arief Yahya.