Produk Indonesia Dipamerkan di World Economic Forum 2020

Thursday, 23 January 20 Herry Drajat
World Economic Forum 2020

Upaya meningkatkan ekspor terus dilakukan oleh Kementerian Perdagangan melalui promosi, baik pada pameran internasional maupun dalam pertemuan-pertemuan internasional yang berlangsung di luar negeri. Salah satunya adalah pada gelaran pertemuan tingkat internasional World Economic Forum 2020 yang berlangsung di Davos, Davos-Kloster, Swiss, pada 21 Januari 2020.

“WEF merupakan salah satu forum internasional tahunan bergengsi yang dihadiri sekitar 3.000 peserta, termasuk pemimpin dunia dan pemimpin korporasi global. Momentum ini sangat strategis bagi Indonesia untuk mempromosikan perdagangan, khususnya produk ekspor barang dan jasa serta potensi investasi Indonesia kepada para peserta WEF,” ujar Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan RI.

BACA JUGA:   Pasca-pandemi, Destinasi Berkelanjutan akan Jadi Primadona

Pada World Economic Forum 2020, paviliun Indonesia mengangkat tema “Unity in Diversity: Partner for Action” dengan menampilkan beberapa produk dari Indonesia yang berkualitas ekspor, seperti makanan ringan, teh, cokelat, kopi, serta jasa teknologi. Beberapa perusahaan yang ikut menjadi peserta antara lain Mayora, Sosro, Dua Kelinci, Garuda Food, Kopitiam, Coffeejoy, dan WIR Group.

BACA JUGA:   Triwulan Pertama 2020, Kunjungan Wisman Turun 30,62 Persen

Di sela-sela World Economic Forum 2020, sejumlah diskusi panel dijadwalkan digelar di paviliun Indonesia dengan materi di antaranya mengenai strategi perdagangan Indonesia, ekonomi digital, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta kota cerdas (smart city). Seluruh kegiatan tersebut berlangsung pada 21-24 Januari 2020.

Agus Suparmanto bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi narasumber dalam acara diskusi panel Indonesia Paviliun 2020 yang berlangsung pada tanggal 22 Januari 2020. Selain menghadirkan para menteri, diskusi tersebut juga akan menghadirkan pembicara dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan pelaku usaha Indonesia, seperti Traveloka, Grab Indonesia, dan Gojek Indonesia.