Produk Indonesia Terjual US$2 Juta di Internationale Möbelmesse 2020

Friday, 31 January 20 Herry Drajat

Partisipasi Indonesia dalam ajang Internationale Möbelmesse (IMM) 2020 memperoleh hasil yang menggembirakan dengan mencatatkan potensi transaksi lebih dari US$2 juta.

IMM merupakan pameran tahunan khusus untuk pelaku usaha di bidang furnitur dan perabotan, arsitek, serta desain interior terbesar di dunia. Menempati area seluas 246.500 meter persegi, acara ini berlangsung di Koln, Jerman, pada 13 – 19 Januari 2020.

Pada pameran yang diikuti 1.160 peserta dari berbagai negara ini, sebanyak 149.500 pengunjung dan buyer dari berbagai negara hadir dalam pameran ini. Mereka adalah perwakilan perusahaan, distributor/pedagang besar, importir, serta pengecer dari Eropa, Amerika, dan kawasan Timur Tengah.

Pada IMM 2020, paviliun Indonesia menempati Hall 5.1. Pendirian paviliun ini merupakan inisiasi dari Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF) dan ITPC Hamburg, Jerman. Paviliun Indonesia diikuti delapan perusahaan yakni Aryasena, Ayana Interior & Furniture, CV Nuansa Kayu Bekas, CV Yudhistira, CV Xhaka Art, Permata Furni, PT Indoexim International, serta PT Laka Indonesia Design.
Risnawaty, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, mengatakan, “Setelah absen di tahun sebelumnya, Indonesia kembali berpartisipasi pada pameran IMM 2020. Diharapkan keikutsertaan pada pameran ini dapat memperkenalkan keunikan produk kerajinan dan furnitur Indonesia.”

Menurut Risnawaty, pengunjung paviliun Indonesia tertarik dengan desain produk furnitur Indonesia. Pada hari kedua dilakukan kegiatan networking dengan buyers yang mengundang para importir dari Jerman dan Uni Eropa. Pada kegiatan ini buyers juga dimanjakan dengan masakan khas Indonesia.

Dody Edward, Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, mengungkapkan, Eropa masih merupakan pasar tujuan utama bagi ekspor produk furnitur Indonesia, baik perusahaan kecil maupun menengah karena tingginya minat masyarakat Eropa terhadap produk furnitur asal Indonesia.

“Hal ini menyebabkan banyak perusahaan, baik distributor/pedagang besar maupun retail, di kawasan Eropa yang mencari peluang untuk melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan Indonesia. Salah satu kelebihan produk Indonesia adalah desainnya yang unik, buatan tangan pengrajin, serta bahan baku yang tidak banyak tersedia di negara lain,” ujar Dody.