BerandaNewsProfesor Darmadi Soroti 120 Hotel BUMN di Bawah InJourney: Strategi Besar atau...

Profesor Darmadi Soroti 120 Hotel BUMN di Bawah InJourney: Strategi Besar atau Eksperimen Mahal?

Published on

spot_img
spot_img

Jakarta, VenueMagz.com – Langkah konsolidasi sekitar 120 hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan InJourney menjadi salah satu transformasi besar dalam industri hospitality Indonesia.

Namun, di balik ambisi membangun kekuatan baru sektor perhotelan nasional, muncul sejumlah pertanyaan mengenai kesiapan aset, daya saing, hingga kemampuan menciptakan nilai bisnis secara berkelanjutan.

Pandangan kritis tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Darmadi Durianto, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Investasi sekaligus Anggota DPR RI Dapil Jakarta 3.

Ia mempertanyakan apakah konsolidasi hotel BUMN ini benar-benar menjadi strategi besar untuk menciptakan kekuatan hospitality nasional atau justru menjadi eksperimen bisnis yang membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

BACA JUGA:  Colliers International Raih 11 Penghargaan dalam Survei Real Estate Euromoney

Menurut Darmadi, tantangan utama bukan hanya menggabungkan jumlah properti, tetapi memastikan seluruh aset tersebut memiliki fondasi bisnis yang kuat.

Ia menyoroti bahwa sebagian besar bisnis hotel di lingkungan BUMN selama ini belum menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Dengan kontribusi yang relatif kecil terhadap kinerja BUMN pemiliknya, konsolidasi ini membutuhkan strategi yang lebih mendalam agar mampu menghasilkan pertumbuhan yang signifikan.

“Pertanyaannya, ini strategi atau sekadar eksperimen? Karena menggabungkan aset bukan berarti otomatis menciptakan kekuatan bisnis,” ujar Darmadi dalam pandangannya di akun Instagram.

Selain aspek finansial, Darmadi juga menyoroti tantangan kualitas layanan dan pengelolaan merek. Menurutnya, industri hospitality tidak hanya ditentukan oleh jumlah properti, tetapi juga oleh konsistensi standar layanan, kekuatan brand, diferensiasi produk, serta pengalaman pelanggan.

BACA JUGA:  Buttonscarves Luncurkan Koleksi Terbaru yang Terinspirasi dari Landmark Paris

Ia menilai sejumlah hotel BUMN masih menghadapi tantangan dalam membangun identitas yang kuat di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin kompetitif.

“Masalahnya bukan hanya aset, tetapi bagaimana menyatukan standar layanan, budaya kerja, dan sistem pengelolaan agar memiliki daya saing,” katanya.

Darmadi juga mempertanyakan sejumlah target pertumbuhan pasca-konsolidasi yang dinilai cukup agresif, termasuk proyeksi peningkatan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih. Menurutnya, target tersebut perlu didukung oleh perbaikan fundamental, bukan hanya asumsi optimistis setelah aset digabungkan.

Menurutnya, keberhasilan konsolidasi hotel BUMN akan sangat bergantung pada kemampuan membangun sistem yang benar-benar terintegrasi, mulai dari manajemen operasional, teknologi reservasi, strategi pemasaran, hingga program loyalitas pelanggan.

BACA JUGA:  Ada Paket Wisata 3 Hari 2 Malam Ke Bali Hanya Rp1,6 Jutaan di BRI Travel Fair 2022

“Jika yang dilakukan hanya menggabungkan aset tanpa menyelesaikan persoalan mendasar, yang terjadi bukan transformasi, melainkan penggabungan masalah lama dalam satu wadah baru,” ujar Darmadi.

Meski demikian, konsolidasi hotel BUMN tetap memiliki peluang besar apabila mampu dijalankan dengan strategi yang tepat. Dengan jaringan properti yang luas, InJourney memiliki modal untuk membangun ekosistem hospitality nasional yang lebih kuat, termasuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan MICE Indonesia.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa skala besar tersebut dapat diterjemahkan menjadi kualitas layanan yang lebih baik, efisiensi operasional, serta nilai bisnis yang nyata bagi industri hospitality nasional.

spot_img
spot_img
spot_img

Pameran GIFA & METEC 2026 Kembali Hadir untuk Jawab Kebutuhan Teknologi Logam Nasional

Jakarta, Venuemagz.com - Pamerindo Indonesia bersama Messe Düsseldorf Asia kembali menyelenggarakan GIFA dan METEC...

ITB India 2026 Hadirkan Program Konferensi yang Melibatkan Para Pemimpin Industri Pariwisata

Mumbai, Venuemagz.com – ITB India 2026 akan menghadirkan jajaran pemimpin industri perjalanan dan pariwisata...

Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon Tawarkan Paket Wellness dan Family untuk Liburan Akhir Tahun

BINTAN, Venuemagz.com – Menyambut libur sekolah September di Singapura serta meningkatnya perencanaan perjalanan akhir...

Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon Resmi Dibuka, Hadirkan Destinasi Tepi Pantai dengan Fasilitas Lengkap di Bintan

BINTAN, Venuemagz.com – Mövenpick Hotels & Resorts resmi membuka Mövenpick Resort & Spa Bintan...

Kelola 120 Hotel BUMN, InJourney Bangun Kekuatan Baru Hospitality Nasional

JAKARTA, VenueMagz.com – Industri hospitality Indonesia memasuki babak baru. Sekitar 120 hotel milik Badan...

Kemenekraf dan InJourney Siapkan Program Lebaran di Candi 2025

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) terus memperkuat kolaborasi bersama InJourney demi mendukung pengembangan ekonomi...

InJourney Lakukan Sejumlah Transformasi Sektor Aviasi dan Pariwisata Indonesia

Sebagai Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata Indonesia, InJourney hadir untuk mentransformasikan masa depan...