BerandaNewsProtokol CHSE Menjadi Kunci Kebangkitan Destinasi Wisata

Protokol CHSE Menjadi Kunci Kebangkitan Destinasi Wisata

Published on

spot_img
spot_img

Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety & Environmental Sustainability) menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemulihan pariwisata nasional.

“Kunci keberhasilan pariwisata agar dapat segera rebound adalah pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE dengan baik dan disiplin di tiap destinasi tujuan dan pelaku sektor pariwisata,” kata Wishnutama Kusubandio.

Wishnutama menegaskan, tanpa pelaksanaan protokol kesehatan yang baik dan disiplin yang tinggi maka tidak mudah bagi sektor pariwisata Indonesia untuk dapat bangkit kembali. Untuk itu, Kemenparekraf telah menerbitkan buku panduan khusus terkait protokol kesehatan berbasis CHSE bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

BACA JUGA:  KTO Prediksi 300 Ribu Wisatawan Indonesia Berkunjung ke Korea Selama 2024

“Jadi, kuncinya adalah pelaksanaan protokol kesehatan,” katanya.

Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan penerapan protokol kesehatan, Kemenparekraf telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar hibah pariwisata ke daerah difokuskan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE di destinasi pariwisata.

“Kemenparekraf sudah mengusulkan ke Kemenkeu agar hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun ke daerah difokuskan untuk program penerapan protokol CHSE di berbagai destinasi pariwisata,” katanya.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Sediakan Data Permintaan Oksigen dan Obat di Indonesia

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 akan membuka sebuah perubahan tentang tren pariwisata di dunia, di mana isu health dan hygiene serta safety dan security akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan.

“Presiden meminta sehabis pandemik ini harus melakukan inovasi, perbaikan-perbaikan, sehingga bisa cepat beradaptasi dengan perubahan tren yang kemungkinan besar nanti akan terjadi di dunia pariwisata global. Kedua, isu utamanya adalah keselamatan dan kesehatan, maka protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata betul-betul harus menjawab isu utama tadi, mulai dari protokol kesehatan yang ketat di sisi transportasinya, di sisi hotelnya, di sisi restorannya, dan juga di area-area wisata yang kita miliki,” kata Wishnutama.

spot_img
spot_img
spot_img

Pameran GIFA & METEC 2026 Kembali Hadir untuk Jawab Kebutuhan Teknologi Logam Nasional

Jakarta, Venuemagz.com - Pamerindo Indonesia bersama Messe Düsseldorf Asia kembali menyelenggarakan GIFA dan METEC...

ITB India 2026 Hadirkan Program Konferensi yang Melibatkan Para Pemimpin Industri Pariwisata

Mumbai, Venuemagz.com – ITB India 2026 akan menghadirkan jajaran pemimpin industri perjalanan dan pariwisata...

Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon Tawarkan Paket Wellness dan Family untuk Liburan Akhir Tahun

BINTAN, Venuemagz.com – Menyambut libur sekolah September di Singapura serta meningkatnya perencanaan perjalanan akhir...

Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon Resmi Dibuka, Hadirkan Destinasi Tepi Pantai dengan Fasilitas Lengkap di Bintan

BINTAN, Venuemagz.com – Mövenpick Hotels & Resorts resmi membuka Mövenpick Resort & Spa Bintan...

Pameran GIFA & METEC 2026 Kembali Hadir untuk Jawab Kebutuhan Teknologi Logam Nasional

Jakarta, Venuemagz.com - Pamerindo Indonesia bersama Messe Düsseldorf Asia kembali menyelenggarakan GIFA dan METEC...

ITB India 2026 Hadirkan Program Konferensi yang Melibatkan Para Pemimpin Industri Pariwisata

Mumbai, Venuemagz.com – ITB India 2026 akan menghadirkan jajaran pemimpin industri perjalanan dan pariwisata...

Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon Tawarkan Paket Wellness dan Family untuk Liburan Akhir Tahun

BINTAN, Venuemagz.com – Menyambut libur sekolah September di Singapura serta meningkatnya perencanaan perjalanan akhir...