Sementara itu, sebagai pelaku usaha di Taman Safari Indonesia, Tony mengungkapkan telah mengadopsi dan menerapkan protokol K4 di tempatnya. Selain itu, arahan-arahan dari I Do Care juga telah diterapkan di Taman Safari Indonesia karena dipercaya dapat menghadirkan atraksi wisata yang sehat, bersih, aman, sekaligus berwawasan lingkungan hidup.
Sejak dibuka kembali pada 15 Juni 2020, sudah banyak masyarakat yang menikmati dan mendatangi Taman Safari dengan penerapan protokol K4 yang ketat.
“Satu bulan sebelum Taman Safari dibuka, kami sudah menyiapkan protokol yang ketat kemudian kami berikan ke gugus tugas daerah. Kami susun kembali bersama protokol tersebut dan kami lakukan simulasi juga sebelumnya,” ujar Tony.
Hal tersebut ia lakukan lantaran protokol kesehatan menjadi unsur utama yang harus diperhatikan sebelum membuka kembali destinasi wisata. Beberapa protokol yang telah diterapkan ialah membatasi kapasitas pengunjung sebanyak 50 persen, jaga jarak, wajib menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, cek suhu tubuh, pemberian hand sanitizer sebelum memasuki kawasan wisata, hingga standar operasional prosedur (SOP) lainnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga telah memastikan bahwa seluruh karyawan di Taman Safari Indonesia dalam kondisi sehat sehingga menciptakan suasana kerja yang kondusif. Menurutnya, dengan kondisi tersebut dapat memberikan kepercayaan yang tinggi bagi wisatawan bahwa Taman Safari Indonesia layak untuk dikunjungi.
“Kami sudah melakukan tes COVID-19 bagi 1.150 karyawan sebelum melakukan pembukaan kembali Taman Safari. Secara bersamaan, hal ini memberikan rasa trust bagi masyarakat untuk berkunjung ke destinasi yang kami kelola,” Tony menambahkan.





