Rangkuman Kondisi Pariwisata Dunia Selama Kuartal 3 2020

Tuesday, 01 December 20 Bonita Ningsih
Pelindo III

Colliers International membuat rangkuman kondisi pariwisata dunia beserta turunan di bawahnya selama kuartal 3 tahun 2020. Berikut ini merupakan hasil laporan yang berhasil dirangkum oleh Colliers International.

Pasar Domestik Memimpin

Dengan diberlakukannya pembatasan perjalanan internasional, pasar domestik akan memimpin bisnis selama pandemi. Investasi ke pasar domestik juga akan menguntungkan sehingga jumlahnya akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh investor untuk mengambil peluang yang ada.

Pada triwulan 3, negara yang memiliki peluang besar untuk berinvestasi adalah Korea Selatan, Cina, dan Taiwan. Sementara, untuk pasar Jepang, Hong Kong, Singapura, dan India mengalami penurunan investasi selama periode tersebut.

Maladewa tetap menjadi tujuan wisata dunia

Saat penerbangan dunia mulai kembali dibuka, Maladewa ikut membuka perbatasannya pada Juli 2020 dengan pengawasan yang ketat. Pembukaan pariwisata secara bertahap di sana membuat 94 persen hotel dan resor di negaranya ikut membuka kembali bisnisnya.

Pandemi COVID-19 mungkin telah memupuskan prospek jangka pendek industri pariwisata, namun dalam prospek jangka panjang, pariwisata di Maladewa masih tetap baik reputasinya. Maladewa masih menjadi tujuan wisata yang paling dicari masyarakat dunia karena memiliki penawaran wisata yang baik dan perluasan infrastruktur.

Pembukaan pariwisata secara bertahap di Australia

Pemulihan kembali bisnis hotel di Australia dimulai saat negara bagian Hobart mulai kembali membuka pintu perbatasannya. Pembukaan dilakukan pada bulan Oktober 2020, dan saat itu terjadi lonjakan pemesanan hotel sebesar 40 persen.

Pada akhir Oktober, pemesanan hotel di Hobart meningkat 65 persen dari pemesanan tahun 2019. Angka tersebut akan terus bertambah hingga menjelang puncak liburan di akhir tahun. Selain Tasmania, kota lainnya seperti Melbourne, Sydney, dan Brisbane juga menunjukkan pelonjakan pesanan hotel selama bulan Oktober 2020.

Kendati menunjukkan angka yang positif, pada tahun 2021 bisnis perhotelan di Australia akan menghadapi tantangan tersendiri. Pengelolaan COVID-19 Australia dan pasar pariwisata domestik akan menghasilkan peluang bagi investor dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan begitu, ketersediaan saham yang dikeluarkan akan melewati fase pengembangan dari hotel-hotel baru di sana.

Pemulihan industri pelayaran

Berdasarkan pantauan dari Colliers International, bisnis pelayaran internasional akan pulih seiring dengan penghapusan karantina di setiap negara. Bisnis ini mulai bergerak setelah kurva kasus COVID-19 internasional menurun di akhir tahun 2020 dan akan mengalami pemulihan pada akhir 2021.

Di Asia, hampir semua kapal pesiar besar telah ditangguhkan sejak Maret 2020 sehingga mengubah jadwal keberangkatan bagi yang telah memesan perjalanan. Namun, saat ini Genting Cruises telah menerapkan cruise bubbles untuk perjalanan menggunakan kapal pesiarnya. Selain itu, Singapore Tourism Board juga telah meluncurkan program “berlayar ke mana saja” khusus di beberapa wilayah yang sudah ditentukan.