Sandiaga Uno Pastikan Penataan Fasilitas TN Komodo Utamakan Keberlanjutan Lingkungan

Tuesday, 10 August 21 Bonita Ningsih

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan bahwa penataan sarana dan prasarana di zona pemanfaatan Taman Nasional (TN) Komodo tak menimbulkan dampak negatif. Menurutnya, pembangunan ini dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Sandiaga menilai bahwa penataan sarana dan prasarana di TN Komodo dilakukan untuk memperbaiki fasilitas yang sudah rusak dan usang. Tujuannya adalah untuk mengutamakan keselamatan pengunjung agar merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke lokasi wisata tersebut.

“Waktu saya berkunjung ke sana, saya melihat memang banyak fasilitas yang perlu diperbaiki. Makanya, langkah ini kita ambil karena berkaitan dengan masalah keselamatan, berkaitan dengan kesehatan, dan juga keberlanjutan lingkungan,” kata Sandiaga.

BACA JUGA:   Jambi Gencarkan Promosi Wisata Minat Khusus

Perbaikan yang dilakukan mulai dari ranger camp, guide camp, researcher camp, plaza deck, resting post, elevated deck, reservoir tank, distribution pipeline, waiting room for visitor, jetty, coastal protection, ruang tunggu wisatawan, hingga ruang informasi. Sandiaga juga memastikan bahwa seluruh penataan tersebut tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap Outstanding Universal Value (OUV) situs warisan alam dunia Taman Nasional Komodo.

BACA JUGA:   Sriwijaya Air & NAM Air Pindah ke Terminal 2D Soekarno-Hatta

“Di sini, yang kami lakukan adalah mengganti sarana dan prasarana yang tidak layak dengan sarana yang lebih memadai dan berstandar internasional,” dia menambahkan.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga telah memastikan bahwa pembangunan di Resort Loh Buaya Pulau Rinca TN Komodo tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap OUV situs warisan alam dunia TN Komodo. Menurutnya, semua itu berdasarkan hasil kajian penyempurnaan Environmental Impact Assessment (EIA) yang dilakukan bersama oleh lintas kementerian/lembaga serta pakar lainnya dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam).

BACA JUGA:   Menparekraf Harap Indonesia Menjadi Pilihan Destinasi di Asia Tenggara

“Jadi, jangan khawatir tentang hal ini, karena kita mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan konservasi,” ungkapnya lagi.