Garuda Indonesia bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen untuk menciptakan sebuah pengalaman wisata yang aman dan nyaman. Garuda Indonesia selalu berkomitmen menghadirkan pengalaman terbang yang sehat, aman, dan nyaman.
Kolaborasi Garuda Indonesia dan Kemenparekraf tercipta dengan adanya perjalanan wisata pengenalan destinasi prioritas pasar domestik atau nusantara ke Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru (TN-BTS). Kegiatan yang diselenggarakan pada 8-10 Desember 2020 ini mengajak key opinion leader (KOL) dan awak media untuk mengikuti serangkaian perjalanan wisata yang aman dan nyaman.
Kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk edukasi dari pelaku industri pariwisata terkait penerapan protokol Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) yang telah disusun oleh pemerintah. Kegiatan ini memperlihatkan penerapan protokol kesehatan, mulai dari bandara, akomodasi, transportasi, hingga di obyek wisata.
Sebelum melakukan penerbangan menggunakan Garuda Indonesia, penumpang wajib mengikuti serangkaian prosedur terbang di masa kenormalan baru, di antaranya pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dan menyerahkan surat hasil Rapid Test atau PCR Test yang berlaku maksimal 14 hari saat keberangkatan. Petugas bandara juga akan mengurangi kontak fisik dengan penumpang saat proses check-in dan boarding. Penumpang juga diminta untuk mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC) melalui aplikasi e-HAC atau formulir kertas saat tiba di bandara tujuan.
Tidak hanya di dalam bandara, protokol kesehatan juga dijalankan dengan baik saat melakukan perjalanan udara bersama Garuda Indonesia. Sebelum memasuki pesawat, penumpang wajib melakukan jaga jarak saat berada di antrean masuk boarding gate. Setelahnya, penumpang akan diberikan personal health kit yang berisikan perlengkapan kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.

Saat masuk ke dalam pesawat, penumpang akan disapa oleh awak kabin yang sudah lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker kesehatan dan juga sarung tangan plastik. Pengaturan jaga jarak di dalam pesawat juga masih diterapkan dengan mengosongkan satu kursi penumpang di sebelahnya. Untuk tetap menjaga kebersihan makanan, pengemasan inflight meals Garuda Indonesia sudahdikemas satu per satu.
Selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Garuda Indonesia juga dilengkapi dengan teknologi filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) di kabin pesawat. Filter HEPA akan memastikan udara di dalam kabin tetap bagus karena aliran udaranya tersaring setiap 2-3 menit sekali. Selain itu, HEPA juga berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan virus di dalam pesawat.

Dengan melaksanakan seluruh prosedur penerbangan dengan baik, Garuda Indonesia dinobatkan sebagai salah satu maskapai penerbangan dunia dengan standar protokol kesehatan dan keamanan terbaik di masa pandemi. Prestasi ini disampaikan oleh Safe Travel Barometer, sebuah lembaga audit independen yang menilai aspek standar penerapan protokol kesehatan dan keamanan maskapai penerbangan global dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
Berdasarkan hasil audit tersebut, Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai penerbangan asal Indonesia yang masuk ke dalam jajaran 20 besar dunia. Peringkat tersebut dilakukan dengan penilaian komprehensif atas implementasi standar penerapan protokol kesehatan dan keamanan layanan penerbangan. Dalam hal ini, Garuda Indonesia memperoleh rating 4 dari skala rating tertinggi 5.
“Pencapaian ini memiliki arti tersendiri bagi upaya berkelanjutan dan konsistensi kami untuk selalu mengedepankan penerapan protokol kesehatan secara optimal di seluruh lini operasional penerbangan. Kami akan selalu memastikan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 selama penerbangan berjalan dengan maksimal,” kata Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia.




