Travel for Change Panorama Foundation Ajak Anak Jalanan Berkebun

Monday, 28 October 19 Herry Drajat
Travel for Change Panorama Foundation

Edukasi mengenai pentingnya lingkungan yang bersih dan hijau serta merawat alam perlu dilakukan sejak dini pada anak-anak agar nantinya mereka mempunyai andil dalam menjaga lingkungan dan turut mengurangi polusi, baik udara maupun polusi yang disebabkan oleh sampah plastik. Untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya merawat alam ini, Travel for Change yang dinaungi oleh Panorama Foundation Travel for Change mengajak anak-anak jalanan (marjinal) dari kawasan padat penduduk di Tomang dan Sahabat Anak Bojong Indah (SABI) mengadakan kegiatan “Traveling with Purpose”.

Pada tahun ini mereka diajak untuk mempelajari secara langsung pentingnya menanam, berkebun, menjaga lingkungan, dan mempraktikkan langsung cara menanam dan berkebun di lahan yang terbatas di Kebun Kumara, yaitu sebuah kebun belajar bagi siapa pun yang ingin berguru pada alam yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan.

Selain berkebun, mereka juga diajarkan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, di antaranya adalah dengan mengharuskan mereka membawa tempat minum, tas, dan alat makan masing-masing.

AB Sadewa, Ketua Panorama Foundation dan Pelaksana Travel for Change, mengatakan, “Travel for Change merupakan gerakan sosial kemasyarakatan yang memiliki misi untuk memberikan hak rekreasional bagi anak-anak kurang beruntung agar mendapatkan kesempatan belajar, bermain, sekaligus berwisata.”

Untuk membantu suksesnya misi ketiga kali ini, Travel for Change menggandeng berbagai perusahaan, di antaranya MGives, bagian dari MG Group, sebagai salah satu wholesaler hotel terbesar di Asia Tenggara, serta Francis Organic yang bergerak dalam mengembangkan bibit-bibit organik. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Wings, White Horse, Explorer, Sahabat Anak Bojong Indah, dan Kebun Kumara.

“Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan ini karena mereka merasakan kegiatan ini merupakan bagian dari rekreasi. Hal ini merupakan esensi yang penting, karena dengan perasaan senang anak-anak ini akan dapat menerima materi yang diberikan dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami harap pesan yang diberikan kepada publik untuk lebih menjaga alam dan sesama manusia dapat tersampaikan,” ujar Sadewa.