BerandaNewsPanorama Foundation dan GIZ membangun Bale Rakyat di Sembalun

Panorama Foundation dan GIZ membangun Bale Rakyat di Sembalun

Published on

spot_img
spot_img

Gempa bumi yang melanda Lombok pada Agustus 2018 lalu masih menyisakan duka yang mendalam. Masyarakat yang bergantung penuh pada sektor pariwisata pun tak luput dari penderitaan.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, menyebutkan, lebih dari Rp1,4 triliun devisa hilang dari sektor pariwisata. Hal ini terjadi karena ada 65 persen penurunan kunjungan wisata ke Lombok yang mengakibatkan 40 dari 100 penerbangan terjadwal dibatalkan.

Salah satu desa yang terdampak gempa adalah Sembalun, yang menjadi jalur masuk wisata pendakian Gunung Rinjani yang menjadi destinasi unggulan di Lombok. Desa yang sejak tahun 2017 menjadi Desa Wisata binaan Panorama Group melalui Panorama Foundation ini masyarakatnya secara berkala menerima pelatihan keterampilan untuk menjadi tour guide, host, porter, dan kegiatan niaga lainnya. Keterampilan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sebagian penduduk dan menjadi cikal bakal mata pencaharian baru bagi warga Desa Sembalun.

BACA JUGA:  PHRI Minta Bantuan Berbagai Kementerian Untuk Memulihkan Industrinya

Hancurnya sebagian besar rumah penduduk, fasilitas umum, dan juga hilangnya sebagian sumber mata pencaharian penduduk yang terjadi akibat belum pulihnya kunjungan wisatawan membuat Panorama Foundation dan German State-Owned Company (GIZ) berinisiatif untuk membangun sebuah balai rakyat yang pengerjaannya telah dimulai dari beberapa bulan lalu, dan pada tanggal 7 Februari 2019  sudah selesai dan secara resmi telah diserahterimakan kepada masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Panorama Foundation Berikan APD Ke Rumah Sakit

“Bale Rakyat ini diharapkan dapat menjadi tempat tinggal atau tempat berkumpul sementara bagi penduduk sekitar, dan ke depannya Bale Rakyat dapat difungsikan sebagai Tourism Center, dan masyarakat bisa kembali mengembangkan potensi pariwisata wilayah Sembalun, yakni sebagai jalur masuk ke Gunung Rinjani,” ujar AB Sadewa, Ketua Panorama Foundation.

Pemanfaatan Tourism Center ini masih membutuhkan waktu karena bukan hanya Rinjani, tapi hampir seluruh destinasi wisata Lombok juga masih sepi pengunjung. Hal itu diungkapkan oleh Benediktur Onor, General Manager Lombok dan Labuan Bajo PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. (Panorama Destination).

BACA JUGA:  Langkah Strategis Kemenparekraf Untuk Mengembangkan Pasar MICE di Indonesia

Panorama Group berharap, meskipun sudah setengah tahun berlalu dari gempa besar yang melanda Lombok, seluruh masyarakat Indonesia masih bersedia untuk membantu dan bahu-membahu bersama pemerintah untuk membangun Lombok agar bisa kembali seperti sedia kala.

spot_img
spot_img

Resmi Dibuka, FHI 2026 Dorong Kolaborasi Global dan Investasi Parekraf

Jakarta, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI)...

Tetap Bugar Saat Menginap di Archipelago Hotels

Wellness tourism kini menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan paling pesat dalam industri pariwisata...

Jelajahi Keindahan Bawah Laut Lewat Tropical Paradise Takeover Buttonscarves di PIK 2 

Tangerang, Venuemagz.com - Tren berbasis fashion tourism kini semakin menggeliat di tanah air. Fenomena...

Panorama Foundation dan JTF Berikan Bantuan Medis ke Kepulauan Seribu

Semenjak kasus positif COVID-19 masuk ke Kepulauan Seribu, beragam bantuan mulai didistribusikan ke sana....

Panorama Foundation Berikan APD Ke Rumah Sakit

Pada awal April 2020, Yayasan Panorama Anugerah atau dikenal sebagai Panorama Foundation telah mengajak...

Travel for Change Panorama Foundation Ajak Anak Jalanan Berkebun

Edukasi mengenai pentingnya lingkungan yang bersih dan hijau serta merawat alam perlu dilakukan sejak dini...