Vaksinasi Pekerja Parekraf Belum Maksimal

Thursday, 03 June 21 Bonita Ningsih

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus melakukan vaksinasi untuk memulihkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Pasalnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengakui bahwa pemberian vaksin ini masih belum merata di setiap daerah. Oleh sebab itu, Kemenparekraf meminta bantuan pemerintah daerah untuk mengumpulkan data-data terkait jumlah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing.

BACA JUGA:   Multitasking Agar Lebih Produktif

“Dari awal kami mengimbau agar para tenaga pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk perhotelan menjadi prioritas yang mendapatkan vaksin. Hal ini kami lakukan karena mereka semua memiliki risiko yang tinggi dalam bekerja,” kata Sandi.

Sandiaga mencontohkan, dari 45.140 orang tenaga kerja parekraf di DKI Jakarta, baru sekitar 2,97 persen atau 1.340 orang saja yang mendapatkan vaksinasi COVID-19. Angka tersebut dinilai cukup rendah sehingga Kemenparekraf akan berupaya untuk menambahkan jumlah tersebut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mengakselerasi program vaksinasi bagi para pekerja sektor parekraf.

BACA JUGA:   Sandiaga Uno Ingin Jadikan Indonesia Pusat Eknonomi Syariah Dunia

“Kami ajak PHRI untuk mengumpulkan data-data terkait pekerja parekraf di Indonesia. Dari data yang terkumpul ada sekitar 102.000 tenaga parekraf di seluruh wilayah Indonesia yang wajib divaksin. Mudah-mudahan, tahap kedua vaksinasi ini dapat segera terlaksana,” jelasnya lagi.