Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai destinasi pariwisata unggulan di Indonesia. Pada Rabu, 2 Juli 2025, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menerima audiensi dari jajaran manajemen Panorama Hospitality Management, membahas rencana kolaborasi strategis yang mengusung konsep pariwisata berbasis nilai lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat ini, Panorama Hospitality memperkenalkan tiga unit hotel yang menjadi basis inisiatif tersebut: THE 1O1 Yogyakarta Tugu, 1O1 Style Yogyakarta Malioboro, serta 1O1 Urban Heritage Yogyakarta Lynn, yang baru saja hadir di kawasan bersejarah kota.
Ketiganya akan menjadi titik simpul dalam pengembangan paket wisata tematik yang menggabungkan penginapan dengan pengalaman budaya, sejarah, dan keterlibatan komunitas lokal.
Fokus utamanya adalah menghidupkan kembali kawasan sumbu filosofi Yogyakarta—mulai dari Tugu, Malioboro, Keraton, Pakualaman, hingga Prawirotaman—sebagai jantung dari pengalaman berwisata yang autentik dan berkelanjutan.
Wali Kota Yogyakarta memberikan dukungan penuh atas langkah ini, seraya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dalam membangun ekosistem pariwisata yang berdampak langsung bagi warga.
“Langkah seperti ini bukan hanya mendorong pertumbuhan industri perhotelan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya UMKM, seniman, dan komunitas budaya,” ungkap Hasto dalam pernyataannya.
Panorama Hospitality Management sendiri menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak sebatas bisnis akomodasi. Beragam program tengah dikembangkan, seperti tur tematik kawasan bersejarah, promosi kuliner lokal, aktivasi ruang budaya, serta keterlibatan seniman dan perajin lokal. Tak hanya itu, pemberdayaan UMKM juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi mereka.
Melalui pendekatan ini, Panorama berharap bisa memberikan kontribusi nyata dalam membangun pariwisata Yogyakarta yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar kuat pada kearifan lokal.
Audiensi ini menjadi awal dari kemitraan jangka panjang antara sektor swasta dan pemerintah dalam memosisikan Yogyakarta sebagai kota destinasi yang tak hanya cantik secara visual, tetapi juga kaya makna dan nilai.






KOMENTAR
0