Swiss-Cafe Restaurant Tampilkan Live Cooking Setiap Harinya

Friday, 12 April 19 Bonita Ningsih
Swiss-Cafe Restaurant

Hotel semi-apartemen Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum memiliki konsep unik di restorannya, yakni dengan cara live cooking setiap sarapan dan beberapa acara tertentu. Restoran yang dinamakan Swiss-Cafe Restaurant ini terletak di lantai satu, dan setiap harinya menampilkan menu berbeda saat live cooking.

Jamaludin, Sous Chef Swiss-Cafe Restaurant, mengatakan, konsep ini dilakukan sejak hotel ini dibuka untuk umum pada Maret 2019. Menurutnya, ini menjadi sebuah terobosan baru lantaran tidak banyak hotel yang mengusung konsep seperti ini. Biasanya, hotel lain hanya melakukan live cooking untuk memasak berbagai jenis telur.

“Kalau kita di sini tidak hanya memasak telur, tapi juga berbagai jenis masakan pernah kita lakukan secara langsung di dapur, mulai dari masakan Indonesia hingga masakan luar,” ujar Jamaludin.

Jamaludin menyebutkan beberapa jenis makanan yang pernah dimasak secara langsung, seperti mi tarik atau lamian, mi ayam, teppanyaki, bakso, batagor, somay, wafel, martabak mini, hingga crepes. Konsep live cooking ini dilakukan untuk menarik perhatian para tamu agar mencicipi hidangan secara langsung.

“Dari semua masakan itu, lamian menjadi menu andalan kita di live cooking,” ujar Jamaludin.

Menurutnya, lamian memiliki daya tarik tersendiri saat proses pembuatannya. Koki yang membuat lamian terlihat atraktif karena melakukan atraksi tarik menarik mi agar terasa kenyal saat dimasak.

“Biasanya juga kalau masak lamian ‘kan berisik, soalnya mi-nya dimain-mainkan gitu. Nah, dari suara berisiknya itu bisa menarik perhatian tamu agar mau mencicipi lamian ini,” ujar Jamaludin.

Selain untuk menarik perhatian, live cooking dilakukan untuk menunjukkan kepada tamu hotel bahwa dalam proses memasaknya koki Swiss-Cafe Restaurant melakukannya dengan standar yang baik. Kebersihan dan keamanan makanannya terjamin baik sehingga tidak perlu diragukan kualitasnya.

“Ini sebagai bentuk keseriusan kita dalam memasak. Kita ingin menunjukkan kepada tamu bahwa dapur kita ini bersih dan buat masakannya itu tidak asal-asalan. Jadi, walaupun ini hotel semi-apartemen, kita juga ingin memiliki konsep seperti restoran pada umumnya yang memperlihatkan juru masak saat memasak,” ujar Jamaludin.