BerandaDestinationDesa Wisata Jatiluwih: Warisan Subak Bali yang Mendunia

Desa Wisata Jatiluwih: Warisan Subak Bali yang Mendunia

Published on

spot_img
spot_img

Bali, Venuemagz.com — Desa Wisata Jatiluwih di Bali menjadi salah satu destinasi berbasis lanskap pertanian yang menonjol karena pengakuan internasional terhadap sistem Subak dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Keunggulan utamanya adalah konsistensi menjaga sawah bertingkat, tradisi lokal, serta pengalaman wisata yang melibatkan langsung aktivitas masyarakat desa.

Pada 2012, lanskap budaya Subak yang mencakup Desa Wisata Jatiluwih memperoleh pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia. Pada 2024, Jatiluwih juga meraih predikat Best Tourism Village dari UN Tourism, disusul pengakuan sebagai Top 100 Green Destination pada 2025 dari organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang destinasi berkelanjutan.

Salah satu kekuatan utama Jatiluwih adalah kemampuan masyarakat mempertahankan sawah bertingkat melalui sistem Subak. Tradisi pertanian di sawah tetap dijaga, sementara nilai-nilai kearifan lokal terus diperkuat sebagai bagian dari identitas desa wisata.

Aktivitas Wisata di Desa Wisata Jatiluwih

Wisatawan dapat mengikuti berbagai kegiatan di sawah, mulai dari menanam padi, membajak sawah, hingga panen. Selain itu, Jatiluwih menawarkan jalur trekking dan pengalaman seremonial pertanian yang dapat diikuti pengunjung.

Fasilitas homestay juga sudah tersedia, meskipun kapasitasnya masih terbatas.

BACA JUGA:  Perdana, The Grand Platinum Jakarta Gabungkan Tiga Musim Perayaan

Profil Wisatawan Desa Wisata Jatiluwih

John K. Purna, Managing Director Restu Dewata Bali, mengatakan, sebagian besar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Desa Wisata Jatiluwih berasal dari Eropa, dengan wisatawan Prancis sebagai salah satu kelompok terbesar. Setelah Eropa, pasar utama lainnya mencakup Amerika, ASEAN, Australia, dan wisatawan domestik.

Rata-rata wisatawan datang sebagai pengunjung harian karena kapasitas akomodasi masih terbatas, yakni sekitar 50 kamar homestay, dan belum banyak pilihan penginapan yang memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara.

Secara geografis, Jatiluwih berada di antara Bedugul dan Tanah Lot sehingga kerap menjadi titik singgah untuk makan siang atau beristirahat dalam perjalanan wisata. Rute kunjungan umumnya bergerak dari Tanah Lot menuju Bedugul, atau sebaliknya, dengan Jatiluwih sebagai persinggahan utama.

Musim Kunjungan Desa Wisata Jatiluwih

Pada musim sepi, jumlah wisatawan mancanegara diperkirakan mencapai 800 hingga 1.000 orang per hari. Pada musim ramai, terutama Juni hingga September, jumlahnya dapat meningkat menjadi sekitar 2.500 hingga 3.000 orang per hari, sementara wisatawan domestik berkisar 200 hingga 300 orang per hari dan dapat naik signifikan pada akhir pekan.

BACA JUGA:  Lima Rekomendasi Wisata di Korea Selatan Versi Park Bo Gum 

Lanskap Jatiluwih berubah mengikuti siklus pertanian, mulai dari masa padi menguning, masa lahan terbuka setelah panen, hingga fase sawah kembali menghijau. Karena terdapat dua masa panen dalam setahun, penyusunan paket wisata perlu disesuaikan dengan masa tanam dan masa panen.

Jatiluwih juga dikenal dengan beras merah cendana, yang membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga siap dipanen.

Dampak Promosi dan Pengelolaan Destinasi

John mengatakan, status warisan dunia UNESCO menjadi promosi yang sangat kuat bagi Jatiluwih karena meningkatkan rasa ingin tahu wisatawan untuk berkunjung. Status tersebut juga menuntut evaluasi berkala agar kualitas pengelolaan dan pelestarian tetap terjaga.

Kawasan Jatiluwih memiliki area yang luas sehingga wisatawan dapat disebar ke beberapa titik dan tidak terkonsentrasi di satu lokasi. Untuk mendukung pengelolaan arus pengunjung, tersedia beberapa jalur trekking serta tiga titik pintu masuk.

Pendapatan dari tiket masuk Desa Wisata Jatiluwih disebut mencapai sekitar Rp21 miliar pada tahun lalu. Pendapatan tersebut kemudian dibagikan kepada pemerintah daerah, perangkat desa, pengelola, dan pihak terkait lainnya, sehingga pariwisata desa turut memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Daejeon, Hub Konvensi Baru

“Desa wisata sangat penting karena menghadirkan inklusivitas. Pariwisata bukan sekadar barang mewah, tetapi juga tentang masyarakatnya. Banyak budaya bermula dari desa wisata. Karena itu, kami memiliki 6.100 desa wisata, meskipun tidak semuanya siap dikunjungi wisatawan atau dipromosikan. Setiap tahun kami memberikan penghargaan khusus untuk desa wisata, sekaligus melakukan kurasi dan pelatihan,” ujar John K. Purna, Managing Director Restu Dewata Bali.

Jatiluwih Festival 2026

Jatiluwih Festival adalah perayaan budaya, seni, dan alam yang digelar di Desa Wisata Jatiluwih, Tabanan, hamparan sawah terasering seluas 227 hektare yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Pada tahun ini, Jatiluwih Festival 2026 akan diselenggarakan pada 18 Juli-19 Juli 2026.

Memasuki edisi ke-7, festival ini memadukan pertunjukan seni Bali, kuliner lokal, produk UMKM, parade budaya, workshop kreatif, serta edukasi lingkungan yang mengangkat filosofi Tri Hita Karana.

Dengan konsep eco-tourism dan kolaborasi pentahelix, Jatiluwih Festival menghadirkan pengalaman autentik yang menyatukan manusia, budaya, dan alam. Panorama ikonik dan tradisi Bali yang autentik menjadikan festival ini destinasi unggulan bagi wisatawan.

spot_img
spot_img
spot_img

Pameran GIFA & METEC 2026 Kembali Hadir untuk Jawab Kebutuhan Teknologi Logam Nasional

Jakarta, Venuemagz.com - Pamerindo Indonesia bersama Messe Düsseldorf Asia kembali menyelenggarakan GIFA dan METEC...

ITB India 2026 Hadirkan Program Konferensi yang Melibatkan Para Pemimpin Industri Pariwisata

Mumbai, Venuemagz.com – ITB India 2026 akan menghadirkan jajaran pemimpin industri perjalanan dan pariwisata...

Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon Tawarkan Paket Wellness dan Family untuk Liburan Akhir Tahun

BINTAN, Venuemagz.com – Menyambut libur sekolah September di Singapura serta meningkatnya perencanaan perjalanan akhir...

Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon Resmi Dibuka, Hadirkan Destinasi Tepi Pantai dengan Fasilitas Lengkap di Bintan

BINTAN, Venuemagz.com – Mövenpick Hotels & Resorts resmi membuka Mövenpick Resort & Spa Bintan...