Cara Bertahan Hotel di Tengah Pandemi COVID-19

Monday, 13 April 20 Bonita Ningsih

Beberapa waktu lalu, Colliers International Indonesia telah mengumumkan perkembangan pasar properti di Jakarta dan hotel di Bali pada kuartal pertama 2020. Dalam laporannya tersebut, hotel di Jakarta dan Bali mengalami penurunan bisnis, mulai dari tingkat hunian dan harga rata-rata biaya harian.

Penurunan ini terjadi karena COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, beberapa hotel di Jakarta memutuskan untuk menutup sementara hotelnya demi menyelamatkan bisnisnya dan orang sekitar.

Colliers International Indonesia mencatat di kuartal pertama ini sudah ada puluhan hotel di Jakarta yang memilih untuk tutup sementara. Kemudian, sembilan hotel di Jakarta lainnya lebih memilih untuk mengalihfungsikan kamarnya menjadi tempat tinggal tenaga medis.

“Di sektor properti, jelas hotel yang paling terkena imbasnya. Hotel ini ‘kan berhubungan langsung dengan orang banyak, jadi jelas paling dihindari oleh orang saat pandemi COVID-19,” kata Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia.

Menurutnya, keputusan hotel dan beberapa properti lainnya untuk tutup sementara dilakukan atas dasar mempertahankan bisnisnya. Apalagi, di tengah kondisi seperti ini, banyak orang yang lebih memilih tetap di rumah sehingga pemasukan untuk hotel otomatis berkurang.

“Mereka lakukan itu untuk menekan operating cost. Kalau saja mereka paksakan tetap beroperasi, tetapi tidak bisa menutupi income-nya, maka jatuhnya adalah rugi,” Ferry menambahkan.

Kendati demikian, Ferry menjelaskan, masih banyak hotel di Jakarta dan Bali yang tetap menjalankan bisnisnya. Bagi hotel-hotel yang tetap bertahan buka, Ferry memberikan beberapa tips untuk tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Halaman : 12