BerandaTipsTips Bertahan Sebagai Virtual Hotel Operator

Tips Bertahan Sebagai Virtual Hotel Operator

Published on

spot_img

Pandemi COVID-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia berdampak terhadap bisnis perhotelan. Bahkan, pada akhir Mei 2020, salah satu Virtual Hotel Operator (VHO) harus menutup permanen operasionalnya di Indonesia.

Kendati demikian, beberapa VHO lainnya masih tetap bertahan di tengah gempuran pandemi ini, salah satunya ialah RedDoorz. Adil Mubarak, VP Operations RedDoorz, berbagi tips bagaimana bisnisnya tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19.

1. Hubungan Baik dengan Owner

Sebagai sebuah perusahaan VHO, bisnis RedDoorz didukung oleh owner dan mitra lainnya. Oleh sebab itu, antara RedDoorz dan owner harus terjalin hubungan dan komunikasi yang baik untuk meningkatkan bisnisnya.

“Setiap bulan itu kami selalu mendapatkan properti baru karena banyak owner yang mau bekerja sama dengan RedDoorz. Itu yang menjadi keuntungan properti kami yang belum tentu didapat oleh VHO lain,” ujar Adil.

BACA JUGA:  Membangun Pameran Skala Besar

2. Inovasi

Dalam menjalankan bisnisnya, RedDoorz selalu menciptakan inovasi-inovasi terbaru bagi pelanggan maupun partnership. Produk dan layanan yang ditawarkan bervariasi, mulai dari akomodasi beranggaran rendah hingga yang lebih premium, pengalaman menginap di akomodasi yang design-inspired, serta layanan perpanjangan jangka waktu menginap.

“Kami akan melakukan inovasi dengan membuka brand baru bernama Sans Hotel. Nantinya, Sans Hotel akan menjadi brand kami dengan tema economy lifestyle dan tentunya berbeda dengan brand kami sebelumnya, yakni RedDoorz Budget dan Koolkost,” ungkap Adil.

BACA JUGA:  Tips Aman Belanja Wastra Nusantara di Masa Pandemi

3. Strategi Penjualan

Sebagai perusahaan berbasis teknologi, RedDoorz selalu mengandalkan kemampuan teknologi dalam melakukan penjualan. Bahkan, RedDoorz juga membantu para owner untuk mengadakan training terkait cara marketing yang baik.

“Nantinya, setiap owner akan memiliki strategi khusus agar dapat menjual kamarnya secara cepat,” Adil menambahkan.

4. Harga Terjangkau

RedDoorz memang dikenal sebagai perusahaan manajemen hotel berbasis teknologi yang menawarkan harga terjangkau dengan fasilitas yang cukup memadai. Apalagi, dengan adanya brand Sans, fasilitas yang diberikan akan naik kelas sehingga dapat menjaring lebih banyak konsumen.

“Kalau kita menawarkan harga yang terlalu mahal, kita akan susah untuk bersaing dengan hotel bintang 4 dan 5. Makanya, kita selalu memberikan harga yang sangat terjangkau bagi konsumen,” ucapnya lagi.

BACA JUGA:  Tips Memenangkan Lelang Umum dari Lembaga Pemerintahan

5. Dapat Menyesuaikan Keadaan

Di tengah kondisi saat ini, RedDoorz selalu memberikan cara terbaik untuk mempertahankan bisnisnya. Beberapa di antaranya ialah melalui program Hygiene Pass untuk kenyamanan menginap pelanggannya dan juga Red Heroes yang merupakan program kerja sama Kemenparekraf dalam menyediakan penginapan gratis bagi tenaga medis yang menangani COVID-19.

“Begitu pula saat okupansi turun, harga kamar juga akan diturunkan. Pokoknya, kami selalu menyesuaikan kondisi yang terjadi saat ini untuk keberlangsungan bisnis kami, owner, dan juga mitra kami lainnya,” ujarnya.

Event Besar Jadi Motor Baru Pariwisata Australia Barat Menuju 2027

Jakarta, Venuemagz.com — Australia Barat semakin serius menjadikan kalender acara sebagai pintu masuk bagi...

Singapore Airlines Hadirkan KrisWorld Terbaru dengan Layar 4K dan Internet Starlink

Singapore Airlines (SIA) meningkatkan pengalaman hiburan dalam penerbangan melalui KrisWorld generasi terbaru dan konektivitas...

TransNusa Luncurkan Penerbangan Perdana Melbourne-Bali

Jakarta, Venuemagz.com -- TransNusa, Premium Service Carrier pelopor di kawasan Asia Pasifik, resmi meluncurkan...

IGF 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lelang Alat Golf dan Clearance Sale

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com — Indonesia Golf Festival (IGF) resmi digelar untuk kedua kalinya di...