BerandaTourism in BriefLulusan Sekolah Pariwisata Harus Memenuhi Kebutuhan Industri

Lulusan Sekolah Pariwisata Harus Memenuhi Kebutuhan Industri

Published on

spot_img
spot_img

Pengembangan sektor SDM Pariwisata, sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi, menciptakan SDM yang unggul agar Indonesia berdaya saing. Terkait itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menginginkan agar anak-anak di sekolah dan perguruan tinggi, dididik oleh para profesional terbaik dengan harapan agar Indonesia memiliki lulusan yang memiliki keterampilan unggul dan banyak dibutuhkan oleh stakeholders pariwisata.

“Oleh karena itu, saya mengeluarkan instruksi 3C, yakni; Curriculum, Certification dan Center of Excellence,” kata Menpar Arief.

BACA JUGA:  Vietjet Air Buka Penerbangan Bali - Ho Chi Minh

Untuk Curriculum peningkatan SDM pariwisata mengacu pada standar global baik dari sisi lulusan, dosen, dan institusinya.

Untuk sertifikasi, para lulusan sekolah dan perguruan tinggi pariwisata harus 100% mendapatkan sertifikasi MRA-TP (Mutual Recognition Arrangement For Tourism Professional) agar mudah diterima di pasar tenaga kerja regional tingkat ASEAN. Tahun 2014 SDM Pariwisata yang sudah tersertifikasi ada sekitar 125 ribu dan pada tahun 2019 secara akumulatif akan meningkat menjadi 500 ribu orang. Sementara di kalangan dosen, telah dilakukan sertifikasi sebagai CHE (Certified of Hospitality Educator).

BACA JUGA:  SDM Unggul Kunci Sukses Keberhasilan Pariwisata Indonesia

Sertifikasi tidak hanya untuk lulusan dan dosen, tapi juga untuk institusinya. Untuk institusi pendidikan pariwisata bisa menggunakan Center for World University Ranking (CWUR) untuk program Studi Hospitality, Leisure, Sport and Tourism. 

Sedangkan dalam hal Center of Excellence, ia menginginkan seluruh sekolah tinggi pariwisata memiliki spesialisasi, seperti contohnya Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung center of excellence Wisata Halal dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali menjadi center of excellence Wisata Budaya.

BACA JUGA:  Semaraknya Ubud Village Jazz Festival 2019

Sementara itu, untuk mewujudkan Tourism 4.0, saya memulainya bukan dari membangun infrastruktur teknologinya atau hard aspect karena memang investasinya mahal dan bersifat jangka panjang, tapi justru dari SDM atau soft aspect. Itu sebabnya Rakornas I tahun 2019 sengaja mengambil tema pengembangan SDM pariwisata untuk menyongsong era Tourism 4.0,” ujarnya.

spot_img
spot_img
spot_img

Akkulla Seminyak Akan Dibuka Oktober 2026, Tawarkan Diskon Pembukaan 30%

Elite Havens, perusahaan manajemen dan pemasaran vila mewah di Asia, mengumumkan bahwa Akkulla, kompleks...

THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Gelar Fashion Show Inklusif

JAKARTA, Venuemagz.com – Sepuluh anak melangkah satu per satu di area lobi hotel. Mereka...

Generasi Terbaru Printer EcoTank: Cetak Lebih Cepat, Biaya Lebih Hemat

Jakarta, Venuemagz.com – Kebutuhan mencetak dokumen tidak pernah benar-benar hilang, baik untuk menyelesaikan pekerjaan...

Ocean Mantra Village Hadir di Indonesia, Tawarkan Pengalaman Retret yang Sesungguhnya

Jakarta, Venuemagz.com -- Ocean Mantra Village resmi dibuka di Indonesia sebagai destinasi retret yang...

SDM Unggul Kunci Sukses Keberhasilan Pariwisata Indonesia

Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul secara kualitas menjadi kunci sukses berhasilnya pembangunan pariwisata...