Turis China Kian Ramai Ke Sulut

Friday, 24 May 19   5 Views   0 Comments   Bayu Hari

Selama tahun 2018 terdapat sekitar 120.000 wisman yang bertandang ke Sulawesi Utara (Sulut), dan 90 persennya berasal dari China.

Menurut Dwisuryo Indroyono Soesilo, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pamor Sulut sebagai destinasi wisata bersinar pasca menjadi tuan rumah beberapa perhelatan internasional. Semisal World Ocean Conference (WOC) yang mempertemukan 48 negara dan menghasilkan Manado Ocean Declaration, CTI Summit yang dihadiri oleh 6 Presiden, dan acara Sail Bunaken di 2009 yang memecahkan 2 rekor dunia Guiness Book of Record.

Selain itu, adanya charter flight Lion Air ke Manado, turut memicu meningkatnya kunjungan turis asal China. Sejak 2017 hingga 2018, pertumbuhan turis China mencapai 200 persen dengan rata-rata belanja 1000 dolar AS per kunjungan. Adapun durasi lama tinggal sekitar 4-6 hari kunjungan.

“Umumnya, mereka adalah profesional muda yang lebih suka bermalam di hotel berbintang dan berkelompok. Sebanyak 53 persen dari mereka lebih menyukai wisata alam, terutama laut, pantai, wisata dari pulau ke pulau,” kata Indroyono, saat Workshop ‘Pengembangan Wisata Selam di Manado, Senin (20/5/2019).

Indroyono menjelaskan, minat kunjungan itu juga dipicu oleh masuknya alam bawah laut Sulut sebagai destinasi wisata selam terbaik di dunia versi Dive magazine.

Dari sepuluh resort & spa, empat di antaranya berasal dari Sulawesi Utara, yaitu Siladen Resort and Spa Indonesia (peringkat pertama), Bunaken Oasis Resort and Spa (peringkat kedua), Lembeh Resort Indonesia (peringkat keempat), dan Nad Lembeh Indonesia (peringkat ketujuh).

 “Untuk itu, Pemda Sulawesi Utara agar terus aktif memperluas pasar wisata selam ke mancanegara. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah membuka penerbangan langsung dari Jepang untuk meningkatkan kunjungan wisman dari Jepang serta dari West Coast, Amerika Serikat,” katanya.