Sektor Pariwisata Lumpuh Akibat Virus Corona

Monday, 27 January 20 Herry Drajat
Turis Cina

Menjelang perayaan Imlek, masyarakat China biasanya melakukan ritual pulang ke kampung halaman untuk merayakan acara spesial tersebut bersama keluarga. Tradisi mudik yang dilakukan masyarakat negeri Tirai Bambu ini adalah yang terbesar di dunia.

Namun, pada Imlek tahun ini, ritual tersebut tidak akan berjalan lancar, terutama bagi yang mempunyai kampung halaman di Wuhan. Merebaknya wabah Virus Corona yang menyebabkan gangguan pernapasan dan demam tinggi bahkan bisa mengakibatkan kematian itu memaksa pemerintah Cina untuk menahan warga mereka agar tidak bepergian saat imlek.

Sektor pariwisata merupakan yang paling terdampak dari kejadian luar biasa tersebut. Seperti dikutip dari CNN, agen perjalanan online China, Trip.com, tengah menderita banyak pembatalan booking perjalanan ke kota Wuhan, China Tengah. Pembatalan tersebut disebabkan karena menyebarnya wabah Pneumonia yang disebabkan virus corona di kota Wuhan sehingga pemerintah daerah setempat berencana menunda perayaan Tahun Baru Imlek 2020 di sana.

Namun, Trip.com bakal memberikan pembatalan gratis untuk semua hotel, penyewaan mobil, dan tiket tempat wisata di Wuhan hingga 31 Januari 2020 mendatang.

Sektor pariwisata di berbagai negara memang diketahui cukup bergantung pada kehadiran turis-turis asal Cina. Saat ini, pemerintah Cina melarang warga mereka bepergian di kala libur Tahun Baru Cina karena pergerakan besar-besaran di kala libur Tahun Baru Cina ditakutkan akan memperparah penyebaran virus. Mengutip Reuters, setidaknya 60 persen dari 184 penerbangan dari Wuhan, pusat penyebaran Corona, sudah dibatalkan.

Sejumlah maskapai penerbangan di Asia juga sudah menutup jalur penerbangan mereka ke Wuhan. Beberapa di antaranya adalah Korean Air Lines, Singapore Airlines, China Airlines, dan ANA dari Jepang. Bahkan, ada juga maskapai yang akhirnya menunda membuka rute ke Wuhan, seperti T’Way Airlines asal Korea Selatan.