Indonesia Convention Exhibition (ICE) Lakukan Lockdown

Thursday, 19 March 20 Herry Drajat
Pengecekan suhu tubuh di ICE

Sebagai salah satu bentuk kewaspadaan serta untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19, Indonesia Convention Exhibition (ICE) sejak 17 Maret 2020 melakukan lockdown selama 14 hari.

“Kami lakukan karena setelah ada imbauan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk tidak membuat keramaian, jadi mulai hari ini (17 Maret 2020) kami lakukan lockdown selama dua minggu ke depan untuk mencegah penyebaran virus,” jelas Ryan Adrian, Presiden Direktur PT Indonesia International Expo sebagai pengelola ICE.

Ryan menambahkan, sebelum pemerintah mengumumkan adanya penyebaran virus, ICE sebenarnya sudah melakukan tindakan pencegahan di ruangan yang digunakan untuk menggelar acara dengan menyiapkan hand sanitizer.

“Kami sudah waspada terhadap virus corona, walaupun saat itu masih jauh dan belum mewabah di Indonesia, tapi suatu saat mungkin akan terjadi juga. Jadi kami melakukan pencegahan,” tambah Ryan. 

Selain itu, kegiatan yang bertujuan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan juga sudah rutin dijalankan oleh ICE, seperti cleaning yang dilakukan setiap hari, baik ada event maupun tidak, agar semua bagian gedung bersih, fogging yang dilakukan pada malam hari sebelum dilaksanakan sebuah event, general cleaning yang dilakukan setelah selesainya sebuah event, dan sanitizing, yaitu proses membersihkan namun bersifat deep cleansing yang di dalamnya termasuk pest control atau pengendalian hama yang dilakukan sebulan sekali.

Menurut Ryan, selama lockdown ini juga menjadi saat yang tepat untuk melakukan pembersihan, perapian, dan perbaikan semua fasilitas yang ada.

Ryan optimistis wabah corona akan segera berakhir, dan kegiatan MICE akan segera pulih. ”Saya yakin setelah ini berakhir, bisnis pasti rebound. Jadi, sebelum rebound kami sudah dalam kondisi siap,” tegas Ryan.

Mengenai prosedur tambahan yang sedang dijalankan saat ini, seperti penggunaan hand sanitizer, akan dijalankan seterusnya. “Nantinya kami membiasakan akan pentingnya kebersihan, jadi meski hal itu akan menjadi extra cost, tidak menjadi masalah bagi kami, bahkan akan kami implementasikan sebagai standard quality kami,” ujar Ryan.