Berkunjung Ke Singapura di Masa Pandemi? Persyaratan Berikut Wajib Dipenuhi

Friday, 04 December 20 Harry Purnama

Singapura telah menjalin kerja sama Reciprocal Green Lane dengan Indonesia sejak 26 Oktober 2020. Artinya, wisatawan bisnis dari Indonesia sudah bisa mengunjungi Singapura untuk menghadiri pameran maupun konferensi internasional. Namun, Singapura masih belum dibuka untuk wisatawan leisure maupun incentive travel.

Firhan Abdul Salam, Area Director Singapore Tourism Board di Indonesia, mengatakan, untuk kegiatan leisure atau insentif, itinerary-nya lebih sulit dikontrol dibandingkan untuk kegiatan bisnis. Karena itulah Singapura baru membuka pintunya untuk wisatawan bisnis, belum untuk turis leisure.

Hal senada disampaikan oleh Mariani Tjan, Direktur Dwidaya Tour. Menurutnya, incentive travel itu banyak sekali tantangannya, salah satunya adalah kalau satu orang kena COVID-19, maka seluruh kantor harus dites. Karenanya, banyak klien Dwidaya yang enggan mengadakan perjalanan insentif di masa pandemi dan mengganti reward-nya dengan uang tunai.

Singapura mulai menguji coba Safe Management Measures terhadap wisatawan internasional dengan menggelar TravelRevive pada 25-26 November 2020. TravelRevive merupakan pilot event pameran dagang untuk mencoba protokol kegiatan bisnis yang aman, safe itinerary, dan pemanfaatan digital di Singapura.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Singapura dengan memanfaatkan RGL, perhatikan persyaratan yang wajib dipenuhi berikut ini.

BACA JUGA:   Desa Wisata Cibuntu di Kaki Gunung Ciremai Sambut Adaptasi Kenormalan Baru

– Untuk masuk ke Singapura, Anda memerlukan sponsor dari pihak Singapura, bisa pemerintah Singapura maupun perusahaan yang ada di Singapura.

– Melalui sponsor tersebut, Anda mengajukan Safe Travel Pass antara 2 sampai 5 minggu sebelum tanggal keberangkatan. Proses persetujuannya memakan waktu 7 hari, karena itu permohonan yang masuk 7 hari sebelum keberangkatan tidak akan diproses.

– Sebelum berangkat ke Singapura, Anda harus menunjukkan bukti tes PCR negatif COVID-19 yang tesnya dilakukan maksimal 72 jam sebelum keberangkatan.

– Pengunjung juga harus memberikan daftar perjalanan (itinerary) selama berada di Singapura hingga maksimal 10 hari.

– Selain itu, pengunjung juga harus memberikan bukti tiket pesawat pergi-pulang, pemesanan hotel, serta pemesanan pemeriksaan tes PCR ketika tiba di Bandara Changi Singapura. Tes PCR tersebut sudah harus dibayar sebelum tiba di Singapura.

– Pengunjung juga wajib memiliki asuransi perjalanan atau asuransi kesehatan yang meng-cover COVID-19.

BACA JUGA:   Batam dan Bintan Siap Sambut Turis Singapura

– Pengunjung wajib mengisi aplikasi Safe Travel Concierge yang di dalamnya terdapat checklist apa saja yang harus telah dipenuhi sebelum tiba di Singapura, antara lain telah melakukan tes PCR di Indonesia, telah memesan tes PCR ketika tiba di Singapura, melampirkan itinerary selama di Singapura, dan pengajuan SG Arrival Card.

– Melalui SG Arrival Card, Anda tidak perlu lagi mengisi kartu embarkasi/disembarkasi di Singapura, tapi tinggal menunjukkan barcode di aplikasi Safe Travel Concierge kepada petugas imigrasi.

– Begitu tiba di Singapura, para pengunjung harus mengambil token Trace Together di Bandara Changi yang harus dibawa selama berada di Singapura. Token ini berfungsi melacak pengunjung untuk memudahkan ketika ada yang terkena COVID-19.

– Dari bandara, pengunjung harus langsung isolasi mandiri di hotel sampai hasil tes PCR waktu tiba di Singapura keluar. Pengunjung tidak diperkenankan menggunakan transportasi umum dari bandara ke hotel, karena itu pihak sponsor harus menyediakan kendaraan sendiri.

BACA JUGA:   Menikmati Singapura dengan Walking Tour

– Kalau hasil tesnya negatif, pengunjung baru boleh keluar dari kamar hotel dan bepergian di Singapura.

– Untuk di pameran bisnis yang dihadiri, para pengunjung juga harus menjalani Antigen Rapid Tests setiap pagi sebelum memasuki area acara. Hasil tes ini akan keluar dalam waktu 15-20 menit.

– Para pengunjung juga harus mengenakan token tracing tambahan selama di dalam area acara.

– Yang juga wajib diketahui adalah para pengunjung harus bergerak dalam kelompok maksimal 5 orang, dan tetap mematuhi peraturan physical distancing.

– Sebelum kembali ke Indonesia, para pengunjung harus melakukan tes PCR lagi, maksimal 72 jam sebelum tanggal kepulangan.

Dengan segala peraturan yang wajib dipatuhi tersebut, diharapkan para pengunjung internasional akan merasa aman dan nyaman selama berada di Singapura.