Cerita Kopi dari Tapanuli Utara

Friday, 06 December 19 Venue
Tapanuli Utara

Ada semerbak aroma kopi ketika bertandang ke Tapanuli Utara. Kabupaten ini memiliki cerita menggugah rasa, terutama bagi para penikmat kopi.

Kopi terbilang akrab dengan masyarakat Tapanuli Utara. Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan di Tapanuli Utara. Ladang kopi di Tapanuli Utara tersebar di beberapa kecamatan, seperti Sipahutar, Pangaribuan, Garoga, Tarutung, Silaiklaik, dan Siborongborong.

Fransisca Nababan, penggiat komunitas kopi Tapanuli Utara, mengungkapkan, luas keseluruhan ladang kopi di Tapanuli Utara mencapai 200.000 hektare. “Untuk jenis yang ditanam saat ini hampir imbang antara robusta dan arabika,” ujar Sisca.

Meski belum setenar kopi Mandailing, Sidikalang, dan Lintong, Sisca mengungkapkan kualitas rasa kopi asal Tapanuli Utara juga tidak kalah nikmat dengan kopi asal Sumatera Utara lainnya. Bahkan, beberapa tahun belakangan gerai kopi asal Amerika Serikat Starbucks menggunakan kopi asal Siborongborong.

Lebih lanjut Sisca menerangkan, kopi asal Tapanuli Utara memiliki aroma rempah yang kuat. “Aroma kayu manisnya sangat kuat. Sangat baik jika di-roasting dark untuk espresso karena aroma dan kekentalannya yang pekat,” jelasnya.

Lalu, di mana tempat untuk mencoba nikmatnya rasa kopi asal Kabupaten Tapanuli Utara? Ada beberapa rekomendasi tempat, salah satunya di Tarhilala Cafe & Resto.

Hadir sejak 2017, di Tarhilala para penikmat kopi dapat mencoba kopi terbaik asli Tapanuli Utara. Untuk menu kopi, selain menyajikan yang original, Tarhilala juga menawarkan herbs coffee, yakni kopi yang disajikan dengan campuran kayu manis, cengkih, sereh, dan gula aren.

Ada juga kopi andaliman, kopi dengan campuran andaliman, yakni rempah yang menjadi bumbu utama dalam masakan suku Batak. Kemudian, ada pineapple coffee. Sekadar informasi, Tapanuli Utara juga merupakan salah satu penghasil nanas terbesar di Sumatera Utara.

Penulis: Erwin Gumilar