Desa Wisata Cibuntu di Kaki Gunung Ciremai Sambut Adaptasi Kenormalan Baru

Monday, 31 August 20 Venue
Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan

Memasuki fase adaptasi kenormalan baru, Desa Wisata Cibuntu di Kuningan siap menerapkan aturan kesehatan untuk kembali menerima tamu. Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berada di kaki Gunung Ciremai. Sejak 2011, desa ini menjadi salah satu obyek wisata unggulan Kabupaten Kuningan. Desa ini pernah diganjar sebagai juara dua pada ajang Community Based Tourism (CBT) Kementerian Pariwisata Indonesia pada 2017.

Awam, Kepala Desa Wisata Cibuntu, mengungkapkan, sejak menjadi desa wisata, warganya yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak memiliki penghasilan tambahan dari sektor pariwisata. Lebih lanjut dirinya menceritakan, pada akhir pekan, desa yang dipimpinnya tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan.

BACA JUGA:   Berburu Sang Fajar di Bromo, Semeru, Tengger

“Wisatawan yang datang umumnya rombongan dengan lama tinggal 2-3 hari,” kata Awam saat menerima rombongan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Cibuntu (28/08/2020). “Tamunya rombongan dari perusahaan swasta hingga BUMN. Ada yang datang lebih dari satu kali”.

Selain dari segmen korporat, masih menurut Awam, Desa Wisata Cibuntu juga menjadi tujuan wisatawan dari segmen pelajar dan mahasiswa. “Ada yang sudah berkunjung lebih dari tiga kali,” ungkapnya lagi.

Cerita tersebut kemudian berubah drastis saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mengurangi merebaknya pandemi COVID-19. Pemerintah Kabupaten Kuningan pun menutup semua aktivitas wisata.

“Padahal, sebelum penutupan, ada rombongan yang sudah bayar uang muka, akhirnya harus menunda kunjungan,” ujar Awam.

BACA JUGA:   Dompu, Mutiara Teluk Saleh

Selama fase PSBB, praktis Desa Wisata Cibuntu sepi dari kunjungan wisatawan. Dampaknya, tambahan pendapatan dari aktivitas wisata seketika tidak lagi didapat warga Desa Wisata Cibuntu.

Adanya pelonggaran PSBB dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2020 memberikan angin segar bagi warga desa Cibuntu.

Acep Purnama, Bupati Kuningan, mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor yang akan kembali dibuka dalam fase pemulihan ekonomi di tengah masih merebaknya pandemi COVID-19.

“Silakan saja pariwisata dimulai kembali, terpenting adalah semuanya harus bertanggung jawab untuk patuh menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Acep.

BACA JUGA:   Wisata Kekinian di Sungailiat, Coba ke De Locomotief

Menanggapi hal tersebut, Awam menyambut positif. Menyesuaikan dengan kondisi yang ada menurutnya kunci penting untuk bisa memutar kembali aktivitas wisata di desa yang dipimpinnya tersebut.

“Kondisinya sudah berubah, harus bisa beradaptasi agar wisatawan mau datang kembali,” terangnya.

Protokol kesehatan pun siap diterapkan ketika warganya kembali menerima wisatawan yang berkunjung.

“Kami sosialisasikan apa yang harus dilakukan saat menjamu wisatawan di tengah merebaknya pandemi ini,” ujar Awam.

Penulis: Erwin Gumilar