Ingin Berlibur ke Raja Ampat, Lakukan 8 Syarat Wajib Ini

Friday, 27 November 20 Bonita Ningsih
Pulau Misool
Foto: Dok. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat

Pada Oktober 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah memutuskan untuk membuka kembali pariwisata secara bertahap bagi wisatawan domestik. Pembukaan ini dilakukan secara hati-hati dan dijalankan beriringan dengan Peraturan Bupati Raja Ampat No. 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran COVID-19.

Yusdi Lamatenggo, Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, menjelaskan, pembukaan pariwisata kali ini dilakukan dengan format yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah dan pelaku usaha wisata di Raja Ampat secara bersama-sama menyusun protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari penyebaran COVID-19 di tempat wisata. Bahkan, pihaknya, telah membuat regulasi baru bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Raja Ampat.

Berikut ini 10 langkah baru untuk berwisata ke Raja Ampat yang harus dipatuhi oleh seluruh wisatawan:

1. Registrasi Online

Sebelum memasuki wilayah Raja Ampat, seluruh wisatawan wajib mengisi formulir diri yang telah disiapkan melalui website www.newnormal-rajaampat.com. Di sini, wisatawan diminta jujur dalam melakukan pengisian agar lebih mudah dipantau saat berada di Raja Ampat.

BACA JUGA:   Tur Virtual Museum Secara Gratis di Tengah Wabah COVID-19

“Data base ini yang menjadi acuan kita untuk melihat pergerakan mereka di Raja Ampat. Kita bisa tahu mereka akan tinggal di mana, pergi ke mana, dan sama siapa melalui data ini. Ini penting dilakukan agar kita bisa tracking, apalagi dalam masa pandemi ini,” ujar Yusdi.

2. Surat Keterangan Bebas COVID-19

Sebelum berangkat ke Raja Ampat, wisatawan diminta untuk melakukan PCR Swab atau Rapid Test sebagai penanda bahwa mereka dalam keadaan sehat dan bebas COVID-19.

3. Menyiapkan Personal Health Kit

Wisatawan juga wajib menyiapkan peralatan kesehatan. Saat ini, yang paling diperlukan untuk dibawa ialah masker kesehatan, hand sanitizer atau tissue yang mengandung alkohol, dan juga face shield.

4. Memiliki Asuransi Kecelakaan atau Asuransi Jiwa

Asuransi ini diperlukan untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi selama berwisata di Raja Ampat. Apalagi, menurut Yusdi, destinasi wisata di Raja Ampat merupakan wisata petualangan sehingga memiliki tingkat bahaya yang tinggi.

“Sebelumnya pernah ada kejadian yang tidak terduga, dan itu menjadi perhatian lebih kita. Makanya, di masa seperti ini, kita meminta agar masyarakat semakin sadar bahwa aspek keamanan itu penting dalam berwisata, makanya kita sarankan untuk memiliki asuransi kecelakaan,” dia menambahkan.

BACA JUGA:   Tertawan Sisi Lain dubai

5. Menghubungi Pemandu atau Pramuwisata

Saat ini, Dispar Raja Ampat telah memiliki pemandu wisata yang terdata resmi untuk membantu wisatawan dalam berwisata. Yusdi menjelaskan, pemandu wisata yang sudah resmi terdaftar ialah dari anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan juga Profesional Association of Divers Raja Ampat (PADRA).

“Jadi, jangan sampai salah pilih guide karena yang terdaftar di kami ini sudah pasti tepercaya karena mereka sudah mendapatkan pelatihan khusus di bidangnya. Mereka juga dibekali pengetahuan yang baik sehingga dapat memberikan informasi terbaik dari setiap tempat wisata di Raja Ampat,” jelasnya lagi.

6. Lakukan Perjalanan dengan Protokol Kesehatan

Setiap wisatawan harus melalui segala prosedur dari transportasi yang membawanya. Wisatawan wajib mematuhi protokol kesehatan yang ada di pesawat terbang maupun kapal laut sebagai pilihan transportasi menuju Raja Ampat.

BACA JUGA:   Kuliner Khas Melayu Pemanja Lidah di Siak

7. Perhatikan Titik Rawan

Selama berada di tempat umum, wisatawan wajib memerhatikan keamanannya saat berada di parkiran, loket tiket, pintu masuk, tempat ibadah, kamar mandi, kantin, pintu keluar, dan juga objek wisata.

8. Mengunjungi Check Point yang Ditentukan

Untuk memudahkan pengamanan, telah disiapkan tiga check point, yakni di Pelabuhan Falaya Waisai, Pelabuhan Yellu, dan juga Bandara Marinda Waisai. Ketiga check point ini akan difungsikan sebagai tempat pengecekan wisatawan yang sudah mendaftarkan data dirinya melalui registrasi online.

“Di sana, mereka akan dicek dokumen kesehatannya dan kartu kewaspadaannya. Dokumen tersebut dilihat dari barcode yang dikirim melalui email saat melakukan registrasi online pertama kali itu,” katanya lagi.