Pulau Ganghwado Menjadi Pilihan Tempat Istirahat Terbaik di Korea Selatan

Tuesday, 09 March 21 Bonita Ningsih

Korea Selatan memiliki keindahan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Pulau Ganghwado. Berada di pantai barat Korea Selatan, pulau ini merupakan pulau terbesar kelima di Korea dan hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Seoul.

Berbeda dengan Seoul, pulau ini memiliki pegunungan luas, pemandangan samudra biru, dengan suasana yang tenang. Pulau Ganghwado juga memiliki sejarah yang unik karena pernah menjadi ibu kota Korea di pertengahan abad ke-13. Pulau ini juga memiliki kepentingan strategis sehingga pernah menjadi tempat pertempuran berdarah dengan pasukan Prancis dan Amerika Serikat di abad ke-19.

Berikut ini beberapa atraksi wisata yang wajib dikunjungi saat di pulau Ganghawado, berdasarkan rekomendasi dari Korean Tourism Organization (KTO).

1. Situs Istana Goryeo

Tempat ini menjadi situs istana kerajaan Goryeo ketika melawan invasi Mongol dengan gigih selama 39 tahun. Setelah penarikan pasukan Mongolia, ibu kota dipindahkan kembali ke Gaeseong. Singkat cerita, pada tahun 1866 bangunan ini dibakar oleh angkatan laut Prancis sehingga hanya tersisa Kantor Utama Dongheon dan kantor Administrasi Ibangcheong.

BACA JUGA:   Pariwisata Kota Mataram Mulai Tumbuh 10 Persen

Kemudian, tempat dan bangunan ini dikembalikan ke asalnya dan menjadi pelajaran sejarah bagi masyarakat Korea bahwa ada perlawanan dan patriotisme terhadap agresi asing.

2. Gereja Anglikan Ganghwa

Gereja Anglikan pertama kali diperkenalkan ke Ganghwado pada tahun 1890 oleh misionaris Inggris. Setelah perjalanan panjang pembangunannya, Gereja Anglikan Ganghwa ini akhirnya dibuka pada tanggal 15 November 1900.

Bangunan ini menjadi mahakarya luar biasa dan unik karena memadukan sentuhan budaya Korea dan Barat. Gereja ini disebut sebagai gereja Katolik bergaya Hanok pertama era Joseon. Saat ini, gereja ini masih mengadakan misa pada akhir pekan.

3. Dolmen Ganghwa

Pulau Ganghwado menyimpan banyak peninggalan zaman prasejarah era Goryeo dan era Joseon. Dolmen Ganghwa menjadi yang paling menarik karena merupakan perwakilan dolmen gaya utara dari era perunggu. Ada sekitar 120 dolmen tersebar di sekitar gunung Goryeosan (436 meter dari permukaan laut).

4. Benteng Gwanghwasanseong

BACA JUGA:   HAM Overland de Java, Wisata Seru Di Masa Pandemi

Benteng yang terbuat dari tanah ini dibangun ketika Raja Gojong dari dinasti Goryeo memindahkan ibu kota ke Ganghwado. Namun, tentara Mongolia memaksa dinasti Goryeo untuk menghancurkan benteng ini.

Namun, benteng ini kembali dibangun dengan batu dan sebagiannya hancur ketika perang melawan invasi Qing dari Tiongkok pada tahun 1637. Kemudian, benteng ini melalui proses renovasi yang panjang sehingga berhasil diselesaikan pada tahun 1711.

Benteng Gwanghwasanseong ini sangat luas dan memiliki empat gerbang utama, yaitu Manghanru (gerbang timur), Cheomhwaru (gerbang barat), Anparu (gerbang selatan), dan Jinsongru (gerbang utara). Ada pula dua pos komando (Bukjangdae dan Namjangdae), empat gerbang pembantu yang digunakan sebagai jalan rahasia, dan dua gerbang air.

5. Ganghwa Folk Free Market

Beranjak beberapa langkah dari Terminal Bus Ganghwa, pengunjung dapat dengan mudah menemukan Ganghwa Folk Flea Market. Pasar ini dibangun pada tahun 2007 dan dijadikan sebagai tempat usaha untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Di lantai satu terdapat pusat ikan segar yang memungkinkan pengunjung untuk datang langsung mencari ikan segar. Kemudian, di lantai dua terdapat berbagai macam restoran yang menghidangkan makanan khas lokal yang lezat.

BACA JUGA:   Menikmati Ritme Kehidupan Chiang Rai

Selain itu, pasar tradisional yang berada di sekitar pasar ini dibuka setiap hari ke-2 dan ke-7 setiap bulannya. Setiap dibuka, penduduk lokal akan menjajakan bubuk cabai merah, sayuran liar dari pegunungan, dan bahan makanan lainnya.

Kelima tempat ini hadir untuk memuaskan wisatawan yang menyukai sejarah dan budaya. ‚ÄčJaraknya yang dekat dari Seoul, menjadikan pulau Ganghwado sebagai tujuan terbaik untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk kota Seoul. Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati wisata sejarah, pemandangan alam, dan makanan khas lokal ketika berada di pulau ini.