Sekali Lari, Dua Geopark Dipromosikan

Saturday, 30 November 19 Harry Purnama

Sumatra Barat terkenal akan keindahan alamnya, bahkan memiliki tiga geopark nasional, yaitu Silokek di Kabupaten Sijunjung, Sawah Lunto di Kotamadya Sawah Lunto, serta geopark Ngarai Sianok-Maninjau di Kabupaten Agam. Untuk mendukung pengajuan ketiga geopark tersebut agar masuk ke dalam jaringan Global Geopark UNESCO, Pemerintah Kabupaten Agam menyelenggarakan lomba lari Minang Geopark Run 2019 pada 30 November dan 1 Desember 2019. Event yang sudah diselenggarakan kedua kalinya ini juga bertujuan untuk mempromosikan Kabupaten Agam sebagai destinasi sport tourism di Sumatra Barat.

Pada tahun lalu, Minang Geopark Run diikuti 1.000 pelari. Pada tahun ini, jumlah pelarinya mencapai 1.308 orang, yang terbagi menjadi 108 pelari untuk kelas Attack Geopark dan 1.200 pelari untuk kelas Explore Geopark. Kedua kelas ini menyuguhkan pilihan mulai dari tingkat kesulitan lari, jarak tempuh, hingga ragam keindahan alam yang memberikan pengalaman yang sangat seru saat berlari.

Attack Geopark merupakan salah satu inovasi terbaru yang hadir pada perhelatan Minang Geopark Run 2019 ini. Attack Geopark diadakan pada 30 November 2019 memiliki dua kategori, yakni Ultra dan Relay yang memiliki jarak lari sama-sama 65 kilometer, dengan titik start di Lubuk Basung dan finish di Ngarai Sianok. Rute ini melalui berbagai destinasi wisata populer, antara lain Danau Maninjau, Kelok 44, Matua, dan Ngarai Sianok.

Dr. H. Indra Catri, Bupati Agam, mengatakan, “Para pelari akan melewati dua geopark, yaitu landscape Danau Maninjau dan landscape gunung, yaitu Ngarai Sianok. Jalur itu merupakan pusat peradaban alam dan landscape yang luar biasa, mulai dari Lubuk Pasuk, Danau Maninjau, dan Kelok 44. Itu adalah jalur scenic coridor.”

Sementara itu, Explore Geopark diselenggarakan pada 1 Desember 2019. Ada tiga pilihan jarak tempuh yang dapat dipilih oleh para pelari, yakni 5K, 10K, dan 21K. Adapun rutenya dimulai dari Jam Gadang di Bukittingi, melalui Lobang Jepang, Janjang Saribu, dan Benteng Fort de Kock.

Sebelum perlombaan dimulai, panitia mengajak para peserta Field Trip pada 29 November 2019. Para peserta diajak mengunjungi objek-objek wisata, seperti Lembah Anai, berwisata kuliner di sate Mak Syukur yang sangat kondang, dan mengunjungi pusat kerajinan perak Koto Gadang. Malam menjelang lomba, peserta menginap di negeri di atas awan Lawang Park, sambil menikmati suguhan pertunjukan seni budaya khas Sumatera Barat.

Minang Geopark Run 2019 Series yang telah masuk dalam agenda tahunan pariwisata Sumatera Barat ini terselenggara atas dukungan pemerintah daerah wilayah Sumatera Barat, terutama Kabupaten Agam dan Pemerintah Kota Bukittinggi, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Nusantara Geopark Run Series
Tidak hanya di Sumatera Barat, pada 2020 event Geopark Run juga rencananya akan diselenggarakan di berbagai tempat di Indonesia, antara lain Belitong Geopark Run (Maret 2020), Batur Geopark Run (Juni 2020), Krakatau Geopark Run (Agustus 2020), Minang Geopark Run (Oktober 2020), dan Ciletuh Geopark Run (Desember 2020).

Dengan mengusung tema “Run the Nature”, event ini turut mendorong diterapkannya konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Selain mendatangkan para wisatawan, kegiatan pariwisata semacam ini juga berdampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi.

Sebagai nilai tambah, di setiap rangkaian event tersebut, panitia juga menggelar kegiatan amal untuk menggalang dana bagi masyarakat setempat yang peruntukkannya disesuaikan dengan kebutuhan khas masyarakat setempat.

“Semoga para peserta selamat semua sampai di finish. Dan semoga dengan acara ini bisa mempromosikan Kabupaten Agam sebagai destinasi sport tourism dunia,” ujar Indra Catri.