Jakarta, Venuemagz.com – Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day), Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) DKI Jakarta resmi menggelar Astindo Jakarta International Travel Exchange (AJITEX) 2026 pada 5 Oktober 2026, bertempat di The Westin Hotel, Jakarta.
Mengusung tema besar “Business Beyond Borders”, AJITEX 2026 hadir sebagai platform Business to-Business (B2B) strategis yang dirancang untuk menembus batas-batas geografis dan industri, melipatgandakan peluang kemitraan, serta mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekosistem pariwisata berkelanjutan di tingkat lokal maupun internasional.
Ajang B2B travel exchange ini mempertemukan 76 sellers terkemuka dari dalam dan luar negeri, yang mencakup maskapai penerbangan, jaringan perhotelan, National Tourism Organization (NTO), destinasi wisata, hingga penyedia teknologi travel, lembaga keuangan, training provider, outsourcing company. Para seller tersebut dipertemukan dengan lebih dari 350 potential buyers lintas sektor.

Melalui Astindo Jakarta International Travel Exchange 2026, ASTINDO DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi inklusif dan berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) pariwisata, mulai dari pelaku industri, pemerintah, akademisi, hingga komunitas lintas negara.
“Semangat Hari Pariwisata Sedunia menekankan pentingnya interkoneksi dan investasi pada manusia serta kemitraan global. AJITEX 2026 hadir untuk mewujudkan hal tersebut secara konkret. Business Beyond Borders bukan sekadar slogan, melainkan dorongan bagi kita semua untuk membuka ruang kerja sama baru tanpa batas demi kemajuan pariwisata Indonesia dan dunia,” ujar Rina Darmawan, Ketua ASTINDO DPD DKI Jakarta.
Selain sesi table-top B2B matching yang memungkinkan pemetaan potensi bisnis secara presisi, AJITEX 2026 juga diisi dengan pertukaran wawasan pasar terkini serta jejaring bisnis (networking session) guna menciptakan sinergi baru antar-pelaku usaha travel agent dan ekosistem pendukungnya.
ASTINDO DKI Jakarta berharap perhelatan Astindo Jakarta International Travel Exchange dapat terus menjadi agenda tahunan unggulan yang memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pergerakan bisnis travel dan pariwisata di kawasan regional maupun global.
Iffan, M.Si, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Parekraf DKI Jakarta, mengatakan, di Jakarta baru saja ada dua konser besar, yaitu The Weekend dan Pestapora. Selama kegiatan kedua konser tersebut, potensi ekonominya mencapai Rp250 miliar.
“Saya yakin ini akan kembali berhasil kalau Bapak dan Ibu menjual Jakarta dan Indonesia,” ujar Iffan. “Banyak yang bisa dijual di Jakarta. Contohnya, di Pasar Minggu ada namanya Tempe Pak Yanto. Dia menjual tempe sampai ke Jepang. Di sebelahnya ada Batik Palbatu. Mereka mendatangkan turis-turis mancanegara untuk belajar di tempatnya, ada dari Jerman, Inggris, dan Belanda. Karenanya, begitu banyak yang bisa dieksplor.”
Iffan menutup, “Kami, Jakarta, merasa berutang kepada Bapak dan Ibu. Sumbangan yang diberikan untuk pajak kami sepanjang periode 2025 sebesar Rp7,2 triliun. Kami mendoakan keberhasilan acara ini dan semoga menjadi acara yang terus tumbuh.”




