BerandaEventBisnis Pameran di Jerman Mulai Kembali Pada September 2020

Bisnis Pameran di Jerman Mulai Kembali Pada September 2020

Published on

spot_img

AUMA (Asosiasi Industri Pameran Perdagangan) Jerman memberikan dukungan penuh pada pemerintah federal dan langkah-langkah yang ditetapkan oleh negara bagian di Jerman untuk menghidupkan kembali perekonomian pasca-pandemi COVID-19.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh ifo-Institute, pameran dagang di Jerman telah merangsang efek berganda pada ekonomi makro dengan nilai lebih dari 28 miliar Euro per tahun. Menurut AUMA, rangsangan seperti itu sangat dibutuhkan oleh pelaku ekonomi di masing-masing kota, mulai dari hotel, restoran, toko ritel, transportasi umum, kerajinan tangan, dan perdagangan.

Jörn Holtmeier, Direktur Pelaksana AUMA, mengatakan, para pelaku di industri pameran telah mengajukan permintaan untuk memulai kembali pameran dagang di Jerman. “Kami mengajukan tuntutan pada pemerintah untuk menjadwalkan kembali pameran dagang dalam jangka waktu dua atau tiga bulan ke depan, ” ujarnya.

BACA JUGA:  Jelajah Tanahumba 2017 Angkat Budaya Sumba

Menurut Holtmeier, pameran dagang adalah kekuatan pendorong penting yang merangsang pengecer untuk membeli, dan hal itu merupakan tulang punggung perekonomian Jerman. Untuk itu, AUMA mengharapkan bisnis pameran akan bisa dimulai pada September 2020 dan mengharapkan pelaku industri dapat mengembangkan prosedur dasar untuk dapat menyelenggarakan kembali pameran. Mereka yakin bahwa pelaksanaan pameran dapat memenuhi persyaratan untuk melindungi dan menjaga kesehatan semua pihak yang terlibat sesuai pedoman resmi yang dikeluarkan oleh Robert Koch Institute (public health institute) mengenai faktor higienitas dan physical distancing.

Selanjutnya yang harus dipertimbangkan adalah pelaksanaan pameran nantinya akan menggunakan jumlah SDM yang jauh lebih rendah per meter persegi dibanding biasanya. Organizer harus memiliki pengetahuan khusus dalam manajemen keramaian sehingga dapat mengatur individu menjelajah setiap sudut venue dan tidak terkonsentrasi di area tertentu.

BACA JUGA:  Indonesia Berpeluang Meningkatkan Ekspor Teh di Tengah Perang Dagang AS-China

Selain itu, para pelaku industri juga mendesak pihak berwenang untuk memberikan cara pandang baru pada industri trade fair yang selama ini disamakan dengan festival atau acara olahraga karena besarnya jumlah pengunjung atau penonton.

Jörn Holtmeier mengatakan, pameran dagang sangat berbeda dibanding festival atau acara olahraga. “Pameran dagang adalah sebuah platform bisnis penting untuk melakukan rebooting ekonomi secara efisien dan berkelanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Indonesia Menjadi Tuan Rumah UN CAP-CSA ke-37

Holtmeier berharap ke depannya pameran dapat dianggap sebagai format acara terpisah, tidak disamakan dengan festival maupun kegiatan olahraga oleh pemerintah.

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....