Pada pameran ini, Paviliun Indonesia menempati area seluas 136 meter persegi di Hall 5.2. Paviliun Indonesia akan menampilkan stan Perusahaan Gas Negara, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan PT Astra International. Selain itu, akan ditampilkan juga produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, dan sarang burung walet. Pada paviliun tersebut, juga akan digelar kegiatan cicip kopi dari Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), serta pertunjukan tarian tradisional seperti Tari Sajojo, Tari Hantak Mahantak, dan Tari Genjring.
Selain itu, di area Enterprise and Business Exhibition, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT Dyandra Promosindo akan menempati zona Food and Agriculture seluas 300 meter persegi di Hall 8.2 dan zona Equipment seluas 18 meter persegi di Hall 4.1 yang diisi oleh 17 perusahaan, dengan menampilkan produk kelapa sawit, kopi, teh, sarang burung walet, makanan dan minuman, aneka bumbu, biofuel, dan biji plastik.
Cina merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia dengan total perdagangan pada 2018 mencapai US$72,7 miliar. Sementara, pada Januari-Agustus 2019, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$45,9 miliar. Produk utama ekspor nonmigas Indonesia ke Cina di antaranya adalah batu bara muda, minyak kelapa sawit dan turunannya, batu bara, bubur kayu kimia, feronikel, batu bara bitumen, bijih nikel, dan konsentrat.
“Partisipasi Indonesia pada China International Import Expo 2019 merupakan kerja sama Kemendag, Kedutaan Besar RI di Beijing, Konsulat Jenderal RI Shanghai, dan Indonesia Trade Promotion Center Shanghai. Pada pameran ini, delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan selaku utusan khusus RI dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto,” ujar Dody.






