Festival 3 Gunung Lembata Giring Turis Dari Bali

Monday, 06 May 19 Nila Sofianty
Kode Etik Pariwisata
Wisatawan asing mengenakan kain bali saat mengunjungi pura di Pura Luhur, Uluwatu, Bali.

Sebagai upaya pemerataan penyebaran kedatangan turis mancanegara dan domestik ke seluruh destinasi di Indonesia, Kabupaten Lembata NTT menggelar Pameran Festival 3 Gunung di Bali.

Berlangsung selama sepekan dari tanggal 26-31 April 2019 di Lippo Mall Kuta, Kabupaten Lembata yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki banyak potensi wisata unik dan menarik, baik wisata alam maupun keanekaragaman budayanya, menggandeng pemkot Badung, Bali, dan STP Nusa Dua Bali untuk mendukung keberhasilan festival ini.

Launching acara yang dihadiri oleh 300 undangan dari stakeholder pariwisata Bali ini diresmikan oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, S.T., M.T.

Menurut Eliaser, festival ini digelar sejalan dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi NTT, RPJMD Kabupaten Lembata Periode Tahun 2017-2022 yang juga menempatkan sektor pariwisata sebagai sektor utama. Pemkab Lembata mengambil salah satu langkah strategis untuk menyatukan dan menggerakkan masyarakat pelaku usaha di bidang pariwisata yang bertujuan untuk meningkatkan daya jual pariwisata di Kabupaten Lembata dengan menggelar suatu produk event wisata yang bertajuk “Festival Tiga Gunung (F3G)”.

“Festival Tiga Gunung (F3G) adalah suatu paket kemasan produk wisata Lembata yang berisi rangkaian event yang diselenggarakan dengan tujuan mendorong pertumbuhan dan pengembangan destinasi pariwisata Kabupaten Lembata sebagai daerah tujuan wisata baru nasional dan dunia guna mendorong kemandirian ekonomi daerah menuju peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Eliaser.

Menurutnya, produk wisata Kabupaten Lembata melalui Festival Tiga Gunung ini juga telah diperkenalkan dan mulai dilaksanakan pertama kali pada tahun 2018.

Pada tahun 2019 dan ke depannya, Festival Tiga Gunung Lembata memasuki tahap pemasaran dalam rangka mendapatkan nilai ekonomi guna mendorong kemandirian ekonomi daerah menuju peningkatan kesejahteraan rakyat. “Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu dilakukan promosi dan pemasaran secara langsung kepada pelaku pasar wisata,” imbuhnya.

Beragam aktivitas di dalam Festival Tiga Gunung 2019 dengan puncak acara pada tanggal 26-31 Agustus 2019 antara lain Festival Nale, wisata religi Bukit Doa, Tun Kwar, Rewa Ika, Lamalera Whale Catching, Adventure Tobu Namafata, Iegerek, Misa Arwah, Misa Leva, Leva Nuang, Visit Barter and Night Market, Gala Desa, Land Tours and Travel Village, serta Semarak Menuju Puncak F3G.

Sementara itu, event utama dari festival ini adalah Blue Mountain Tours (BMT), Lembata International Heritage Walk, NTT Fashion Carnival, Festival Paralayang Internasional, lomba dayung, Lembata Youth Music and Film Festival, Lembata Sunset Trail Family Fun Running Race, Festival Sole Oha, koreografi tarian adat/atraksi asli daerah lembata, pentas seni budaya, Land Tours and Travel Village, Nuhanera dan Hukung Dive, pameran produk kerajinan dan kuliner asli Lembata, Lamalera Whale Catching Demonstration, Lembata International Documentary Festival, Festival Payung Nusantara, Ile Lewotolok Exhibition Volcano Football, Atraksi Ahar dan Hadok.

Untuk melengkapi eksplorasi potensi wisata Lembata juga digelar beragam aktivitas pasca-event F3G, seperti Festival Literasi, Expo Budaya Uyelewun Raya, Reka Uta, serta Land Tours and Travel Village.