Pada Food, Hotel & Tourism Bali 2026 ini ada lebih dari 200+ perusahaan global dari 14 negara/wilayah berbeda yang berpartisipasi, seperti Malaysia, China, Prancis, Singapura, Thailand, dan Italia yang akan menampilkan beragam produk dan layanan unggulan, termasuk makanan dan minuman premium, peralatan food service (vegan food, bakery, pastry & gelato), perlengkapan hospitality, kopi, wine & spirits, hingga solusi kemasan dan kebutuhan retail.
Sejumlah pemimpin industri dan brand terkemuka turut menjadi bagian dari jajaran exhibitor yang bergabung dalam FHTB 2026, di antaranya Lotus Food Services, Alga Matress, Kewpie Indonesia, Island Brewing, Terry Palmer Hotelier, Prambanan Kencana, dan CV. Libra Food Service.
Pada FHTB 2026 juga terdapat berbagai macam acara unggulan yang diselenggarakan oleh berbagai mitra asosiasi, di antaranya The 13th Salon Culinaire Bali yang menjadi kompetisi dua tahunan bergengsi oleh Bali Culinary Professional (BCP), Wine Masterclass oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) Bali Chapter, Barista Female Creation by Last.Brew, seminar industri oleh Z Bio, Waterhub, LPPOM, BCP, Perum Bulog, dan BRCA.
Selain itu, pada FHTB 2026 juga disoroti tren wellness tourism yang tengah tumbuh pesat di Bali, serta usaha mengembangkan pariwisata berkelanjutan guna membangun ekosistem hospitality yang tangguh.
Bayu Retno Timur, Presiden Bali Culinary Profesional (BCP) yang juga merangkap sebagai Executive Chef Mandapa A Ritz Carlton Reserve Bali, menjelaskan salah satu kegiatan menarik di FHTB 2026, yakni The 13th Salon Culinaire Bali yang tahun ini mengusung tema “Bali Biennial Prestigious, Cooking Competition”. Kompetisi ini bertujuan mengembangkan kemampuan dan bakat para chef muda yang dituangkan dalam sebuah masakan.
“Kompetisi memasak ini ada beberapa kategori, tapi salah satu yang menarik adalah kelas Asian Chef Menu dan The Return of Dewata Gastronomy Challenge yang sudah 8 tahun vakum sejak 2018. Sebagai kategori prestigious national team, kelas ini akan dilombakan bekerja sama dengan chef, sommelier/barista, waiters service team, serta manajer tim dalam satu payung restoran atau hotel yang sama,” jelas Bayu.
Ia menambahkan, kompetisi tersebut tak hanya diikuti oleh peserta nasional, tapi juga internasional dari beberapa negara, seperti Taiwan, Malaysia, dan Sri Lanka.
Selain kompetisi memasak, terdapat pula kompetisi barista yang spesial dengan menampilkan secara khusus barista perempuan dengan talenta di industri kopi.
Yani Elok Pratiwi, Project Head – Barista Female Creation FHTB 2026 by Last.Brew, menjelaskan, kompetisi ini secara khusus bersifat inklusif dan hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan peran perempuan di industri F&B, khususnya di sektor kopi, yang hingga saat ini masih memiliki ruang besar untuk terus berkembang.
“Ajang ini diikuti oleh 12 perempuan yang berasal dari berbagai perusahaan dan brand ternama di Indonesia. Tak ada batasan usia bagi para peserta karena kami percaya bahwa kemampuan, pengalaman, dan passion di dunia kopi tidak dibatasi oleh usia,” kata Yani.
Selain acara-acara tersebut, FHTB 2026 juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan brand yang mengusung praktik ramah lingkungan di sektor hospitality, F&B, dan pariwisata. Menampilkan produk organik, solusi hemat energi, kemasan berkelanjutan, serta inovasi pengurangan limbah, FHTB sekaligus menjadi platform kolaborasi untuk mendorong industri yang lebih hijau dan pariwisata yang berkelanjutan.
Berbagai program unggulan mulai dari kompetisi, workshop, seminar industri, networking session hingga Business Matching Programme dihadirkan dalam FHTB 2026 untuk mendukung percepatan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, terutama di kawasan Indonesia Timur.
“Dengan mempertemukan pelaku usaha, memperkenalkan inovasi terbaru, dan membuka peluang kolaborasi, FHTB berperan strategis dalam mendukung penguatan daya saing industri hospitality dan food & beverage Indonesia di tingkat global, sejalan dengan target transformasi menuju Industri 4.0 pada 2030,” tutup Meysia.





