GTF 2021 Diharapkan Jadi Awal Kebangkitan Sektor MICE di Indonesia

Tuesday, 14 September 21 Bonita Ningsih

Pemerintah pusat dan daerah terus menunjukkan dukungannya terhadap pelaksanaan Global Tourism Forum (GTF) dengan tema “Leaders Summit Asia 2021”. Dukungan juga datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan menghadirkan perwakilannya sebagai pembicara di acara GTF 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa dukungannya terhadap GTF 2021 sebagai bentuk upaya pihaknya dalam menghidupkan kembali sektor MICE (Meeting, Insentive, Convention, and Exhibition) di era kebiasaan baru. Saat ini, pemerintah tengah fokus menggelar kegiatan MICE dengan mematuhi protokol kesehatan berbasis CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan).

“Dengan fokus tersebut, setiap kegiatan MICE di Indonesia akan memberikan efek positif bagi perekonomian negara,” kata Sandiaga.

BACA JUGA:   Satu Dekade Dieng Culture Festival

Pendapat serupa juga dikatakan oleh Sapta Nirwandar selaku Chairman Indonesia Tourism Forum dan pihak penyelenggara GTF 2021. Menurut Sapta, GTF 2021, dapat dijadikan langkah awal dalam pelaksanaan kegiatan MICE khususnya event besar di masa pandemi COVID-19. Pasalnya, pandemi COVID-19 telah menghentikan acara-acara besar berskala nasional dan internasional.

“Semoga ini menjadi start kita agar ada event-event besar lagi di Indonesia. Digelar model hybrid juga lumayan dengan 25 hingga 50 persen kapasitas karena itu semua bisa menghidupkan kembali MICE di masa sekarang,” ucap Sapta.

Dengan semangat ini, acara GTF 2021 juga mendapat dukungan dari para asosiasi pariwisata yang selama ini merasakan dampak pandemi COVID-19. Menurut Sapta terdapat 18 asosiasi yang terlibat dalam acara ini, seperti PHRI, MASATA, perwakilan travel agent, JTF, INACA, hingga ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia).

BACA JUGA:   Bekraf: Synchronize Festival 2017 Bisa Menjadi Sebuah Destinasi

“Terlihat yang paling ambisius di sini adalah ASPERAPI karena sudah lama mereka tidak ada event khususnya pameran,” Sapta menambahkan.

Besarnya keinginan untuk memulihkan kembali sektor MICE didasari atas multiplier effect yang dihasilkan saat menggelar sebuah acara. Kegiatan MICE dapat menciptakan dan mengajak banyak orang untuk melakukan wisata di daerah tersebut. Dengan begitu, MICE memiliki dampak ekonomi yang besar bagi suatu negara.

“Mudah-mudahan dengan keberhasilan menurunkan angka positif COVID-19 di Indonesia dapat menjadikan kabar baik bagi kita semua. Penurunan kasus COVID-19 juga menjadi keberhasilan bagi pemerintah Indonesia,” ungkap Sapta.

BACA JUGA:   IIMS Motobike Expo 2019 Targetkan Transaksi Rp25 Miliar

Keberhasilan ini juga akan menentukan apakah Indonesia dapat menggelar kegiatan MICE lainnya yang sudah direncanakan sebelumnya. Sandiaga menyebutkan beberapa acara yang sudah dijadwalkan adalah forum G20, pariwisata ASEAN, kelompok kerja pariwisata APEC, hingga Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif.

“Dalam konteks itu, kami siap dan berharap dapat melakukan tindakan yang lebih kolaboratif dengan World Tourism Forum Institute dan jaringannya. Tujuannya untuk kebangkitan industri pariwisata dan ekonomi yang lebih kuat lagi,” ujar Sandiaga.