Tangerang, Venuemagz.com – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo kembali menyelenggarakan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) untuk ke-11 kalinya. IFEX tahun ini digelar pada tanggal 5 hingga 8 Maret 2026 di ICE BSD, Tangerang.
IFEX merupakan pameran dagang atau bussines to bussines (B2B) terkait furnitur dan kerajinan tangan yang bertaraf internasional. IFEX 2026 digelar dengan skala yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya mulai dari area pameran hingga jumlah pesertanya.
Sebelumnya, IFEX berlokasi di JIExpo Kemayoran yang kemudian pindah di ICE BSD dengan luas area pameran sebesar 85.000 meter persegi. Sedangkan, dari segi peserta juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang saat ini mencapai lebih dari 700 booth berpartisipasi.
“Ada kenaikan sekitar 20 persen jumlah peserta jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini karena space booth yang kita gunakan juga lebih besar yaitu sekitar 28.000 meter persegi, sebelumnya hanya 20.000 meter persegi saja,” kata Abdul Sobur, Ketua Umum HIMKI saat pembukaan IFEX 2026 di ICE BSD Tangerang.

Opening Ceremony Indonesia International Furniture Expo (IFEX) pada tanggal 5 Maret 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Lebih dari 5.000 produk unggulan furnitur yang ditampilkan dalam IFEX 2026 dengan tingkat kematangan kualitas, material, dan nilai estetika yang tinggi. Setiap peserta pameran bersaing menampilkan produk yang inovatif, craftsmanship unggul, dan berstandar global.
“Dengan skala yang lebih besar, kami optimistis dapat meningkatkan potensi buyer untuk datang ke Indonesia. Ini semua sesuai dengan visi kami yaitu ingin mempromosikan industri mabel dan kerajinan tangan ke pasar dunia,” ujar Sobur lagi.
Terbukti, buyer yang sudah terdaftar resmi dalam penyelenggaraan IFEX 2026 berasal dari 125 negara dunia, sebelumnya hanya 115 negara. Dengan pasar terbesar yang hadir berasal dari negara Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga Asia.

“Oleh sebabnya, IFEX bukan hanya sekadar pameran tetapi juga platform global bagi produsen Indonesia untuk bertemu pembeli internasional. Jadi, pelaku usaha, industriawan, pengrajin, tidak perlu susah payah ke luar negeri untuk pameran karena cukup dengan berpartisipasi di IFEX bisa mendapatkan buyer internasional,” jelasnya.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan bahwa IFEX hadir sebagai simbol ketahanan dan adaptasi bagi industri furnitur dan kerajinan Indonesia. Dengan kekayaan material alami, keterampilan craftsmanship, serta komitmen pada praktik produksi berkelanjutan, pihaknya percaya bahwa industri furnitur Indonesia memiliki pondasi yang kokoh untuk terus tumbuh berkembang.
“Melalui IFEX, kami juga berkomitmen menciptakan peluang yang semakin luas bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk menampilkan produk unggulan serta memperkuat daya saing di panggung global,” ungkap Daswar dalam kesempatan yang sama.
Target Pengunjung dan Transaksi
Selama empat hari pelaksanaan, IFEX 2026 ditargetkan dapat mendatangkan 16.000 buyer dari ratusan negara. Sedangkan, target transaksi yang diharapkan dalam IFEX 2026 sebesar US$350 juta selama empat hari.
“Transaksi yang kita targetkan itu hanya untuk on the spot ya selama pameran berlangsung. Tetapi, biasanya sekitar empat hingga enam bulan ke depan akan ada transaksi lanjutan yang bisa ditargetkan lebih dari US$ 1 miliar,” ucap Sobur.
Target transaksi tersebut tidak berbeda dari tahun sebelumnya mengingat adanya tantangan global yang dihadapi hampir seluruh industri. Salah satu tantangan terbesarnya adalah terkait situasi terkini dari Timur Tengah yang memengaruhi akses perjalanan secara global.
“Kenapa tidak kita naikan targetnya karena kita harus baca situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Meskipun sifatnya reaktif, hal ini pasti memengaruhi transaksi kita karena traffic buyer yang datang ke sini pasti terganggu,” Sobur menambahkan.
Dalam situasi global seperti saat ini, kuatnya kemitraan dan akses pasar yang andal menjadi hal terpenting yang dimiliki IFEX. Oleh sebabnya, pihak penyelenggara akan menjalin komunikasi yang baik antara peserta dan buyer untuk memastikan kenyamanan semua pihak termasuk kelancaran acara.
“Saya berharap situasi global akan segera pulih dan tatanan kondisi sosial dan ekonomi bisa kembali berjalan dengan baik sehingga peluang perdagangan tetap terbuka,” tutup Daswar.
Bagi yang tertarik menjadi buyer IFEX 2026 dapat melakukan pendaftaran secara online dengan biaya registrasi Rp185.000. Informasi lebih lengkap mengenai pameran ini dapat mengunjungi www.ifexindonesia.com atau ikuti akun sosial media Instagram @ifex_id.





