BerandaEventIndonesia Berpeluang Membangun Industri Halal di Korea dan London

Indonesia Berpeluang Membangun Industri Halal di Korea dan London

Published on

spot_img

Indonesia Halal Lifestyle Center menyelenggarakan acara Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference pada 19-21 Oktober 2017. Acara yang diselenggarakan di Balai Kartini Jakarta tersebut menghadirkan 151 peserta yang terdiri dari 106 peserta dalam negeri dan 45 peserta dari luar negeri. Salah peserta luar negeri yang hadir adalah Halal Korea Co. Ltd.

Kim Jin Woo dari Halal Korea Co. Ltd., mengatakan, masyarakat Korea Selatan tiga tahun lalu tidak mengerti apa itu definisi halal. Namun, sekarang ini hampir 90 persen masyarakatnya sudah mengetahui apa itu halal. Ia menambahkan, untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai halal, pemerintah Korea Selatan “belajar” dari negara lain yang mayoritas berpenduduk muslim, seperti Indonesia, dengan mengikuti seminar, konferensi, maupun pameran. Kim melihat Indonesia mempunyai peluang bisnis untuk membangun industri halal, baik di bidang pendidikan maupun yang lainnya, sebab Indonesia penduduknya mayoritas muslim.

BACA JUGA:  Melepas Rindu Fun Bike dengan Kebun Raya Challenge: 75K

Kim mengungkapkan, sebanyak 1 juta turis muslim berkunjung ke Korea tiap tahunnya. Namun, di sana mempunyai masalah pada industri pariwisatanya saat menyambut wisatawan muslim. Karena itu, upaya yang dilakukan oleh pelaku industri di sana antara lain melatih para pemandu wisatanya dalam menyambut turis muslim. Saat ini di Korea Selatan sudah ada 120 restoran yang memiliki sertifikat halal.

BACA JUGA:  Pameran Indo Beauty Expo-K Beauty Expo Indonesia dan IndoHealthcare Expo 2021 Hadir Secara Hybrid

Kim mengungkapkan, kehadiran Halal Korea Co. Ltd., di acara ini adalah untuk memperluas koneksi antara Korea dan Indonesia serta untuk membangun industri halal bersama-sama. “Korea ingin menambah wawasan pengetahuan soal halal dari Indonesia,” kata Kim.

Sementara itu, Ahmad Al-Dubayan, Direktur Jenderal Islamic Cultural Center London, membicarakan soal gaya hidup muslim di London. Ia menyampaikan, identitas generasi muda menjadi isu yang sangat penting mengenai gaya hidup halal di London. Menurutnya, definisi halal sebenarnya tidak hanya terkait pada makanan, tapi juga lebih luas, seperti kosmetik atau cara berpenampilan.

BACA JUGA:  Resmi Dibuka, IFRA Business Expo 2025 Jalankan Program Prioritas Kementerian Perdagangan

Al-Dubayan mengatakan, London adalah negara yang multikultur, dan ini kesempatan baik bagi Indonesia untuk membangun industri halal di sana, apalagi komunitas muslim sudah mulai menjamur di London. “Anda harus tahu budaya di London ketika ada demand yang tinggi terhadap industri, mereka mulai berbondong-bondong mempelajari. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan muslim terbesar di dunia. Semoga Indonesia bisa memimpin negara lain untuk memberikan pemahaman halal,” kata Al-Dubayan.

spot_img

Scoot Buka Rute Langsung dari Singapura ke Pontianak

Pontianak, Venuemagz.com – Pada 9 April 2026, Scoot mengumumkan akan melakukan penerbangan langsung antara...

Archipelago Hotels Buka fave+ hotel Pertama di Lampung Melalui fave+ hotel Lampung

Bandar Lampung, Venuemagz.com -- Archipelago Hotels, perusahaan manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan...

Archipelago Korean Street Food Festival – 60 Seconds to Seoul Hadir di Yogyakarta

Yogyakarta, Venuemagz.com --  Archipelago Hotels, grup manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan Asia...

Tian Fu Gong PIK2 Resmi Dibuka, Perkuat Potensi Wisata Religi dan Destinasi MICE Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com — Peresmian Klenteng Tian Fu Gong di kawasan Riverwalk Island, Pantai Indah...