Indonesia Berpeluang Membangun Industri Halal di Korea dan London

Friday, 20 October 17 Ahmad Baihaki
Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference
Restoran halal saat ini mulai bermunculan di Korea Selatan. Hal itu menjadi sebuah peluang yang baik bagi Indonesia. Foto: Venuemagz/Erwin

Indonesia Halal Lifestyle Center menyelenggarakan acara Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference pada 19-21 Oktober 2017. Acara yang diselenggarakan di Balai Kartini Jakarta tersebut menghadirkan 151 peserta yang terdiri dari 106 peserta dalam negeri dan 45 peserta dari luar negeri. Salah peserta luar negeri yang hadir adalah Halal Korea Co. Ltd.

Kim Jin Woo dari Halal Korea Co. Ltd., mengatakan, masyarakat Korea Selatan tiga tahun lalu tidak mengerti apa itu definisi halal. Namun, sekarang ini hampir 90 persen masyarakatnya sudah mengetahui apa itu halal. Ia menambahkan, untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai halal, pemerintah Korea Selatan “belajar” dari negara lain yang mayoritas berpenduduk muslim, seperti Indonesia, dengan mengikuti seminar, konferensi, maupun pameran. Kim melihat Indonesia mempunyai peluang bisnis untuk membangun industri halal, baik di bidang pendidikan maupun yang lainnya, sebab Indonesia penduduknya mayoritas muslim.

Kim mengungkapkan, sebanyak 1 juta turis muslim berkunjung ke Korea tiap tahunnya. Namun, di sana mempunyai masalah pada industri pariwisatanya saat menyambut wisatawan muslim. Karena itu, upaya yang dilakukan oleh pelaku industri di sana antara lain melatih para pemandu wisatanya dalam menyambut turis muslim. Saat ini di Korea Selatan sudah ada 120 restoran yang memiliki sertifikat halal.

Kim mengungkapkan, kehadiran Halal Korea Co. Ltd., di acara ini adalah untuk memperluas koneksi antara Korea dan Indonesia serta untuk membangun industri halal bersama-sama. “Korea ingin menambah wawasan pengetahuan soal halal dari Indonesia,” kata Kim.

Sementara itu, Ahmad Al-Dubayan, Direktur Jenderal Islamic Cultural Center London, membicarakan soal gaya hidup muslim di London. Ia menyampaikan, identitas generasi muda menjadi isu yang sangat penting mengenai gaya hidup halal di London. Menurutnya, definisi halal sebenarnya tidak hanya terkait pada makanan, tapi juga lebih luas, seperti kosmetik atau cara berpenampilan.

Al-Dubayan mengatakan, London adalah negara yang multikultur, dan ini kesempatan baik bagi Indonesia untuk membangun industri halal di sana, apalagi komunitas muslim sudah mulai menjamur di London. “Anda harus tahu budaya di London ketika ada demand yang tinggi terhadap industri, mereka mulai berbondong-bondong mempelajari. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan muslim terbesar di dunia. Semoga Indonesia bisa memimpin negara lain untuk memberikan pemahaman halal,” kata Al-Dubayan.