Indonesia International Furniture Expo 2020 Siap Ambil Pasar Amerika

Friday, 20 December 19 Herry Drajat
Indonesia International Furniture Expo IFEX
Pameran IFEX menjadi salah satu acara milik Dyandra Promosindo yang dibatalkan penyelengaraannya.

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), organisasi yang menaungi para pemain industri furnitur di Indonesia, terus mempromosikan kemajuan industri furnitur Indonesia melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah melalui pameran. Salah satu pameran tahunan yang sukses memperkenalkan keunggulan produk furnitur dan kerajinan Indonesia ke kancah dunia adalah Indonesia International Furniture Expo (IFEX).

Selama ini IFEX telah berhasil menghadirkan ribuan buyer dan pengunjung dari dalam dan luar negeri, serta turut berkontribusi meningkatkan pertumbuhan industri furnitur nasional. IFEX memberikan kesempatan emas bagi para pemain industri furnitur nasional untuk menunjukkan produk terbaik mereka.

Gelaran IFEX 2019 berhasil menarik sekitar 12.000 pengunjung dan meraih transaksi on-the-spot sekitar US$370 juta.

“IFEX sudah menjadi nama yang menjadi tujuan utama para pelaku industri furnitur dunia yang ingin mencari produk berkualitas maupun partner bisnis di Indonesia. Kehadiran para buyer dan visitor luar negeri menjadi bagian penting dari suksesnya IFEX serta upaya-upaya untuk meningkatkan nilai ekspor kita ke pasar global,” ujar Soenoto, Ketua Umum HIMKI.
 
Pada Maret 2020 mendatang, melalui kerja sama dengan Dyandra Promosindo sebagai organizer, HIMKI kembali akan menggelar pameran furnitur dan kerajinan terbesar di Indonesia dan kawasan regional ini. Selain untuk menunjukkan kemajuan industri furnitur Indonesia, salah satu target dari IFEX 2020 adalah untuk mengambil ceruk pasar yang ditinggalkan Cina di pasar Amerika Serikat terkait perang dagang yang terjadi antara Amerika dan Cina.

Selain Eropa, Amerika Serikat masih menjadi salah satu tujuan ekspor utama produk furnitur Indonesia. Menurut Soenoto, Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengincar pasar Amerika. Untuk itu, para pelaku industri furnitur perlu memikirkan strategi yang tepat untuk memenangkan pasar yang sebelumnya dikuasai produk-produk Cina di Amerika.