Indonesian Contemporary Art & Design Digelar di grandkemang Hotel Jakarta

Tuesday, 23 October 18   15 Views   0 Comments   Herry Drajat
Indonesian Contemporary Art & Design

Yayasan Design+Art Indonesia kembali menggelar Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), yaitu sebuah pameran seni yang merupakan kolaborasi dari desain, seni, teknologi, hiburan serta industri perhotelan yang berlangsung di grandkemang Hotel Jakarta. Pameran yang dibuka pada 18 Oktober 2018 ini akan berlangsung selama enam minggu, yakni hingga 30 November 2018.

ICAD 2018 merupakan pameran yang menyatukan berbagai disiplin ilmu dengan mengangkat kearifan lokal. Acara ini digagas oleh sekelompok desainer dengan berbagai latar belakang ilmu dan pengalaman yang tergabung dalam Yayasan Design+Art, yaitu sebuah yayasan yang dibentuk dengan tujuan untuk ikut berperan serta dalam pembangunan industri kreatif Indonesia yang bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia dan kekayaan seni budaya Indonesia.

Pameran yang memasuki tahun ke-9 ini didukung oleh Bekraf, Arturo Insanindo, dan grandkemang Hotel Jakarta. Tema pameran kali ini adalah “Kisah” yang akan menampilkan karya seni peserta dari rangkuman sebuah kisah perjalanan hidup, rekam jejak pengalaman, atau sepenggal kisah kehidupan yang sangat membekas lalu dituangkan dalam sebuah karya seni. Mereka menampilkan sebuah karya yang mengekspresikan pemikiran, gejolak rasa, dan interaksi sosial dari kisah kehidupannya.

Joshua Simanjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf, keikutsertaan Bekraf mendukung ICAD 2018 di antaranya adalah karena pameran ini unik, menyatukan berbagai seni yang kebetulan menjadi sub sektor dari bidang yang ditangani Bekraf dan setiap tahun karya yang ditampilkan semakin berkualitas baik desain maupun teknologi.

ICAD 2018 akan menampilkan karya dari 50 seniman kreatif di antaranya Irawan Karseno (pelukis), Ruby Roesly (arsitek), Tatang Ramadhan (perancang grafis), Joshua Simanjuntak (desainer produk), White Shoes and The Couple Company (musik), dan PM Toh (penyair). Bertindak sebagai kurator dalam pameran ini adalah Hafiz Rancajale, Harry Purwanto, desainer asal Belgia Joris Vanbriel, serta Vanessa Yuan (ecoBirdy). Keunikan ecoBirdy adalah hasil karyanya menggunakan bahan-bahan daur ulang dan mengedepankan ide untuk berkontribusi pada bidang lingkungan dan pendidikan.

Selain pameran juga akan diselenggarakan tiga kegiatan workshop, yaitu film workshop yang menghadirkan dua produser film sebagai pembicara, yaitu Jon Kuyper (produser eksekutif film The Hunger Game) dan Mira Lesmana; workshop seni budaya yang dilaksanakan bekerja sama dengan Koalisi Seni Indonesia, dan terakhir workshop yang mengupas desain yang bekerja sama dengan British Council yang mengangkat tema “kisah Komik” yang menghadirkan penulis asal Inggris Paul Gravett dan Iwan Gunawan.

Mengakhiri pembicaraan, Joshua berharap pelaksanaan Indonesian Contemporary Art & Design tahun depan jumlah pembicara dan peserta luar negeri bertambah dibanding tahun ini, dan Indonesian Contemporary Art & Design akan menjadi pameran berkelas internasional.