Jakarta Fair 2025 Resmi Dibuka: Merayakan Warisan PRJ dan Pesta UMKM Terbesar Asia Tenggara

Friday, 20 June 25 Harry
Jakarta Fair 2025

Langit Kemayoran malam tadi (19 Juni 2025) menyala. Ribuan mata menatap langit menyaksikan kembang api pertama meledak sebagai penanda Jakarta Fair 2025 resmi dibuka oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung. Di tengah gegap gempita kota Jakarta, pesta rakyat terbesar di Asia Tenggara kembali digelar, menghidupkan ruang publik, bisnis lokal, dan semangat kolaborasi khas ibu kota.

Dalam sambutannya, Pramono sempat menyinggung sejarah Jakarta Fair. Tak banyak yang tahu, jejak panjang acara ini bermula dari tahun 1968, saat Jakarta masih mencoba menyusun identitas modernnya. Pekan Raya Jakarta, atau lebih akrab disebut PRJ, pertama kali digelar di kawasan Monas sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Jakarta ke-441.

Presiden Soeharto kala itu meresmikan langsung ajang yang terinspirasi dari pasar malam kolonial “Pasar Gambir”. PRJ hadir dengan visi besar: mempertemukan rakyat dengan produk dalam negeri, mempertemukan ekonomi dengan budaya. Dari Monas, PRJ tumbuh, lalu pindah ke Kemayoran pada 1992, dan sejak saat itu dikenal sebagai Jakarta Fair Kemayoran dan mengisi ceruk bisnis industri MICE.

BACA JUGA:   INAMICE 2017 Tingkatkan Daya Saing Destinasi MICE Indonesia

Kini, lebih dari lima dekade setelah sejarah itu dimulai, PRJ menjelma jadi pesta raksasa. Tahun 2025 ini, gelaran berlangsung dari 19 Juni hingga 13 Juli, menghadirkan lebih dari 2.550 perusahaan dengan 1.550 stan.

Produk-produk dari UMKM mendominasi setiap lorongnya, berpadu dengan industri besar yang membawa teknologi, fashion, elektronik, otomotif, hingga kerajinan tangan dari seluruh pelosok Indonesia.

Sejak hari pertama, para tenant telah menyiapkan berbagai promo UMKM, diskon spesial, dan paket belanja menarik yang menjadikan Jakarta Fair sebagai destinasi belanja paling dinanti.

Pramono Anung secara simbolis membuka Jakarta Fair 2025 didampingi para pejabat negara, perwakilan manajemen JIEXPO, dan duta besar dari negara sahabat. Seperti tradisi yang tak pernah absen, sesaat setelah pidato pembukaan, langit dihiasi dengan pesta kembang api spektakuler, menyulut semangat ribuan pengunjung yang memadati arena. Di sinilah PRJ menunjukkan wajahnya yang paling magis; ruang besar di tengah kota, tempat rakyat merayakan kota mereka sendiri.

Tak lama setelah itu, giliran panggung musik mengambil alih suasana. Band Batas Senja dari Bandar Lampung jadi konser perdana menyapa penonton dengan lagu-lagu andalan mereka seperti “Alenia”, “Nyaman”, “Ke Mana Kita Hari Ini”, dan “Nanti Kita Seperti Ini”. Musik dan malam Jakarta selalu punya hubungan yang romantis, dan Jakarta Fair tahu benar bagaimana merangkainya jadi pengalaman yang tak mudah dilupakan.

BACA JUGA:   Mencoba Olahraga Menantang di IIOutFest 2017

Lebih dari sekadar pameran dagang, Jakarta Fair juga menawarkan pengalaman lengkap bagi seluruh anggota keluarga. Ada zona-zona permainan anak, spot selfie, dan panggung hiburan kecil di berbagai titik. Di mana pun pengunjung melangkah, selalu ada energi yang ditawarkan.

Dan di antara semua itu, kuliner menjadi jantung dari keramaian. Ratusan tenant makanan tersebar di seluruh area pameran, dari kerak telor, satai padang, pempek, hingga minuman kekinian—semua tersedia dalam satu bentangan arena. Kuliner khas Jakarta Fair bukan hanya soal rasa, tapi juga soal kenangan.

Untuk bisa masuk ke Jakarta Fair Kemayoran 2025, harga tiket masuk tahun ini tetap terjangkau, tanpa perubahan dari tahun sebelumnya. Tiket bisa dibeli langsung di lokasi maupun secara online melalui situs resmi www.jakartafair.co.id. Harga tiket dibagi berdasarkan hari: Senin Rp40.000, Selasa hingga Jumat Rp50.000, dan Sabtu, Minggu, serta Hari Libur Nasional Rp60.000.

BACA JUGA:   Meleburkan Tradisi dan Modernitas, Handaru Buka Rangkaian Pertunjukan Salihara 2025

Sementara jam operasionalnya adalah Senin sampai Kamis pukul 15.00–22.30 WIB, Jumat 15.00–23.00 WIB, dan Sabtu–Minggu mulai pukul 10.00–23.00 WIB. Jadwal yang fleksibel ini membuat pengunjung bisa memilih waktu kunjungan sesuai kenyamanan.

Jakarta Fair Kemayoran 2025 bukan sekadar festival. Ia adalah refleksi sejarah panjang PRJ, sebuah bentuk cinta kota pada warganya, dan ruang hidup bagi produk lokal yang terus tumbuh. Di antara gemerlap lampu, hiruk-pikuk pengunjung, dan deretan diskon menggoda, Jakarta Fair memeluk semua orang: tua dan muda, pedagang dan pembeli, penampil dan penonton. Ini bukan hanya tentang berbelanja, ini tentang merayakan Jakarta, bersama-sama.