Jakarta Fashion Trend 2022 Hadirkan Fashion Parade Karya 14 Desainer

Tuesday, 15 February 22 Bonita Ningsih

Jakarta Fashion Trend 2022 menghadirkan Fashion Parade karya 14 fashion designer yang tergabung dalam IFC Jakarta serta perwakilan dari IFC chapter lainnya dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Produk Mode dan Busana Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) IKJ.

Fashion show akan didukung multimedia yang dibuat oleh mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD IKJ. Sebagai pembuka dan penutup setiap Fashion Parade akan ditampilkan tari kontemporer oleh mahasiswa Prodi Seni Tari dari Fakultas Seni Pertunjukan IKJ.Jakarta Fashion Trend 2022 Hadirkan Fashion Parade Karya 14 Desainer

Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta Chapter bersama Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mempersembahkan ajang Jakarta Fashion Trend 2022. Digelar secara hybrid, acara tahunan ini menghadirkan sebuah sinergi baru yaitu menggabungkan fesyen dan seni di tanah air.

Mengangkat tema FashionArt, hasil kolaborasi IFC Jakarta dan IKJ ini dituangkan dalam pertunjukan yang memadukan peragaan busana, tari kontemporer, dan rupa gambar multimedia. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperlihatkan pertumbuhan budaya urban melalui peran seni rupa, tari, dan fesyen ke ranah publik. 

BACA JUGA:   Kemenparekraf Kelola Sampah Makanan Untuk Dukung Isu Keberlanjutan di G20

Untuk merealisasikan tema tersebut, Jakarta Fashion Trend 2022 menghadirkan Fashion Parade dari karya 14 fashion designer. Dalam hal ini, fashion designer yang bergabung berasal dari IFC Jakarta, perwakilan IFC chapter lain, hingga mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Produk Mode dan Busana Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) IKJ.

Fashion show didukung multimedia yang dibuat oleh mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD IKJ. Sebagai pembuka dan penutup setiap Fashion Parade akan ditampilkan tari kontemporer oleh mahasiswa Prodi Seni Tari dari Fakultas Seni Pertunjukan IKJ.

Koleksi busana yang diperagakan dalam Jakarta Fashion Trend 2022 memperlihatkan fragmen perkembangan dan keragaman gaya busana Indonesia. Mulai dari busana etnik kontemporer, classy elegant, sporty casual, modest wear, dan busana muslim syari. Karya-karya tersebut mengangkat konten lokal dan mengacu pada tren global, termasuk isu sustainable dan ethical fashion yang tengah menjadi perhatian dunia.  

Fashion Parade terbagi menjadi lima sesi yang dimulai dengan Vermints presents Hannie Hananto x IKJ, Emmy Thee x IKJ, Deden Siswanto, BI Jember presents Wignyo, BI Jember presents Rolla Batik by Andriana Okta, Ichwan Thoha x Aqil, BBPLK Semarang presents LNC, Monika Jufry x IKJ, Samsuga by Agus Sunandar, dan Lenny Agustin x IKJ.

BACA JUGA:   Indonesia Shopping Festival 2023 Tawarkan Diskon Hingga 78 Persen di 400 Mal Tanah Air

Kemudian, pada sesi kedua menampilkan karya Saptalia x IKJ, Najua Yanti x IKJ, Althafunissa by Karina, Zahwazee, Nha Mirranda, SKD Syari by Sri Kumala Dewi, Bungas, Greenism, Umizaen by Dewi Lisin, dan Ummu Balqis Signature. 

Lalu pada sesi ketiga menghadirkan koleksi Adelina, BI Banten presents Banten Fashion Community, My De Label by YS, Tiasafara, Maisyara, Mauza, Khazzanah x Sahla Syari, Masya, Mustbe Hijab, dan Khanzamaryam. 

Di sesi keempat menampilkan rancangan Rineereo x IKJ, BI Sibolga presents Boldsession by Erika Ardianto, Roemah Kebaya Vielga, IFC Comunity presents Nyongstyle x Tru Fatmah x Elemewe, BI DKI Jakarta presents Wignyo, Fahmi Sasirangan Banjarmasin, Vannisa Kusumah – Widya Khiari Sabila for IFI, Santoon by Pricilla Margie x IKJ, Andy Sugix x Hefi Rosid, dan Olanye by Eko Tjandra. 

Terakhir, Fashion Parade ditutup dengan rangkaian koleksi Raegitazoro x IKJ, Chaera Lee x IKJ, Racespot by Lisa Fitria x IKJ, Tieka Huza x IKJ, Fey Kayo x IKJ, Kursein Karzai, Sposato by Alfatir Muhammad, Qonita Gholib, Sofie, dan Ali Charisma x IKJ. 

BACA JUGA:   Indonesian Fashion Chamber Luncurkan MUFFEST+ 2022

Taruna K. Kusmayadi, Advisory Board IFC, mengatakan bahwa industri mode akan selalu memerlukan fashion designer muda yang dihasilkan oleh sekolah-sekolah mode. Oleh sebabnya, kolaborasi antara IFC dan IKJ diharapkan dapat mempercepat pemulihan industri fesyen tanah air. 

“Untuk menjadikan para designer muda lulusan sekolah mode siap di kancah industrinya, hubungan antara asosiasi profesi dan akademisi harus dimulai sejak pembentukan kurikulum sekolah hingga Praktek Kerja Lapangan di industri. Hal ini dapat membantu memahami apa yang sebenarnya industri perlukan dan apa yang mesti pihak kampus siapkan bagi siswanya. Hubungan ini akan menjadi vehicle bagi salah satu komponen kemajuan industri fashion,” ucapnya.