BerandaEventJogja Festival Forum & Expo 2026 Dorong Pertumbuhan Ekraf Daerah

Jogja Festival Forum & Expo 2026 Dorong Pertumbuhan Ekraf Daerah

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – Jogja Festival Forum & Expo (JFFE) akan kembali digelar pada 15-16 April 2026. Festival ini menjadi ruang kolaborasi yang mewadahi pengembangan festival, seni, budaya, dan kreativitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam praktiknya, integrasi antara festival dalam mempertemukan pejuang ekraf dan sistem pendukung Intellectual Property (IP) masih bersifat parsial. Dibutuhkan peran negara sebagai penopang ekosistem sehingga optimalisasi festival jadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif jangka panjang.

Oleh sebabnya, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenkraf) mendukung penuh penyelenggaraan ini untuk mendapatkan hasil maksimal. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan menerima audiensi tim penyelenggara JFFE 2026 di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta Pusat.

Kehadiran tim JFFE diterima langsung oleh Irene Umar selaku Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Dalam pertemuan tersebut, Irene menyatakan dukungannya terhadap JFFE 2026 karena dapat menjadi penguat ekosistem festival yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. 

BACA JUGA:  Pembangunan KoenoKoeni Hotel Semarang Masuk Tahap Akhir, Kuartal 3 2026 Siap Dibuka

Menurut Irene, Yogyakarta telah dikenal memiliki ragam jenis festival bertaraf nasional maupun internasional. Dengan menyatukan berbagai festival di dalam acara JFFE, sudah dipastikan dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif khususnya di sekitar Yogyakarta. 

“Yogya is full expo sudah dikenal banyak orang, namun setiap perhelatan festival memang harus naik kelas. Kami bisa bantu untuk mengkoneksikan JFFE 2026 sebagai festival yang tak hanya menjadi ruang perayaan budaya, melainkan juga pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dengan dorongan kolaborasi antar pejuang ekraf, pariwisata, digital, hingga merchandising yang memberi dampak ekonomi semakin luas,” jelas Irene dalam siaran persnya. 

Wamen Ekraf Irene juga menyampaikan peluang kolaborasi lintas sektor di Indonesia. Nantinya tema Festival as Cultural & Economic Infrastructure akan menekankan kolaborasi dan diplomasi antar penyelenggara festival.

“Tugas Kementerian Ekraf lima tahun pertama adalah setting up the foundations dan membuka selebar-lebarnya kesempatan untuk menaikkan kapabilitas dari komunitas-komunitas kreatif yang ada. Maka, dalam suatu festival juga perlu menghadirkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem sehingga persoalan maupun peluang dapat dibahas bersama dan berawal dari situlah kolaborasi serta model bisnis baru bisa terbentuk,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sambut Lima Tahun Beroperasi, HARRIS Vertu & YELLO Hotels Harmoni Hadirkan Fashion Show dan Pertunjukan Musik

Managing Director Jogja Festivals, Dinda Intan Pramesti Putri, mengatakan bahwa JFFE merupakan acara puncak dan rumah bagi seluruh festival di Yogyakarta. Berawal dari 15 festival, kini Jogja Festivals sudah menjadi platform kolaborasi untuk 40 festival di Yogyakarta yang secara konsisten diselenggarakan tiap tahun. 

“Tentu kami ingin membuat forum untuk tiap subsektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan jejaring pelaku festival, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama internasional,” ungkap Dinda.

Pelaksanaan JFFE 2026 juga untuk mendorong pengembangan paket wisata berbasis konten festival serta kerja sama dengan travel agent. JFFE juga memanfaatkan platform digital untuk perluas jangkauan promosi dan pengalaman festival bagi audiens global.

BACA JUGA:  Lampung Krakatau Festival 2017 Tampilkan Harta Tersembunyi Lampung

Sebelumnya, Pemerintah Kota Yogyakarta juga sudah mendeklarasikan kotanya sebagai Kota Festival. Dengan demikian, setiap festival memiliki potensi strategis menjadi simpul pergerakan ekonomi kreatif dan city branding yang berdampak langsung terhadap industri kreatif dan sektor pariwisata. 

“Festival menjadi market ideas perayaan dari setiap subsektor ekraf dan menjadi soft infrastructure dalam sebuah ekosistem kreatif. Jadi, kami butuh dukungan untuk penguatan ekosistem festival sehingga ada pengembangan bisnis dengan pendekatan yang lebih terbuka terhadap inovasi,” katanya lagi.

Diskusi ditutup dengan harapan agar JFFE dapat menjadi pusat energi budaya dan ekonomi kreatif melalui agenda simposium, forum festival Asia, serta pertemuan pejuang festival ASEAN. Hal ini untuk memperkuat posisi Yogyakarta menjadi Kota Festival sekaligus hub pertukaran ide maupun kerja sama regional.

spot_img
spot_img

Mercure Jakarta Batavia dan Museum Wayang Hadirkan Pameran Wayang

Dalam rangka memperingati HUT ke-499 kota Jakarta, Mercure Jakarta Batavia berkolaborasi dengan Museum Wayang...

Masa Depan Pariwisata Asia Pasifik ada di Wisatawan Berkualitas

Jakarta, Venuemagz.com -- Selama beberapa dekade, standar pariwisata global sangat mudah ditebak: arus wisatawan...

InJourney Hospitality House Beri Pelatihan Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Venuemagz.com -- Pada 10-12 Juni 2026, PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT...

The Grand Platinum Jakarta Rayakan Hari Jadi Pertama

Jakarta, Venuemagz.com – Juni tahun ini, The Grand Platinum Jakarta merayakan hari jadinya yang...

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Hadir di 11 Kota

Jakarta, Venuemagz.com– Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 akan hadir di 11 kota di...

Festival Jamu Nusantara 2026 Dorong Jamu Sebagai Warisan Budaya dan Produk Ekraf

Jakarta, Venuemagz.com - Festival Jamu Nusantara akan segera digelar pada tanggal 6 hingga 7...

Ekraf | Garena Pamerkan Gim Talenta Lokal di Imlek Festival Nasional 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Bazar Harmoni Imlek Nasional tengah digelar pada 22 Februari hingga 1...