BerandaEventKnowledge Program AIME 2025:  Membangun Ulang Produktivitas Melalui ADHD

Knowledge Program AIME 2025:  Membangun Ulang Produktivitas Melalui ADHD

Published on

spot_img

Acara Asia Pacific Incentives and Meetings Event (AIME) siap memperkuat posisinya sebagai acara bisnis nomor satu di kawasan Asia Pasifik dengan penyelenggaraan besar pada tahun 2025. 

Knowledge Program AIME, yang akan berlangsung pada 10 Februari di Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC), menjadi tempat untuk memberikan wawasan dan strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi lanskap industri MICE yang terus berkembang. 

Salah satu sorotan program tahun ini adalah sesi yang dibawakan oleh Vanessa Zamy berjudul “Hacking Focus: Rewiring Productivity for the ADHD Mind“. Sesi ini mengeksplorasi kekuatan dan tantangan unik ADHD di tempat kerja. 

Zamy, Presiden LiberationX Contracts dan Fractional Chief Wellbeing Officer, akan membagikan keahliannya di AIME 2025. Ia mengubah cara pandang terhadap ADHD bukan sebagai gangguan, melainkan sebagai “kekuatan super” yang dapat mendorong kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan adaptabilitas dalam dunia MICE yang serba cepat. 

BACA JUGA:  World Brewers Cup Hadir Bersamaan dengan Pameran World of Coffee Jakarta

Sejalan dengan tema Knowledge Program 2025, yaitu “We Matter!“, sesi Zamy merayakan kontribusi unik pikiran neurodivergen bagi industri acara bisnis. 

“Anda tidak selalu bisa mengenali seseorang dengan pikiran neurodivergen hanya dengan melihatnya,” kata Zamy. “Sebagai pemimpin, yang terpenting adalah memiliki rasa keterbukaan dan pemahaman. Anda tidak perlu tahu seseorang memiliki ADHD untuk menciptakan struktur dan fleksibilitas di tempat kerja—fleksibilitas yang menguntungkan semua orang.” 

Salah satu tujuan utama Zamy adalah mengenai kesalahpahaman tentang ADHD. Banyak yang percaya ADHD hanya menyerang anak-anak atau selalu melibatkan hiperaktif dan kurangnya fokus. Zamy menjelaskan bahwa ADHD dapat bermanifestasi berbeda pada setiap individu, seringkali dengan cara yang kurang dipahami, terutama pada perempuan. 

Alih-alih kekurangan, otak dengan ADHD sering menunjukkan keterlibatan mendalam terhadap pekerjaan yang mereka sukai. 

BACA JUGA:  Para Ahli MICE Dunia Berkumpul untuk Konferensi di Bali

“Salah satu mitos tentang ADHD adalah bahwa itu selalu menciptakan kekurangan. Faktanya, mereka yang memiliki ADHD sebenarnya dapat hiperfokus. ‘Kekuatan super’ ini membantu mereka menangani berbagai tantangan ketika mereka benar-benar terlibat,” jelas Zamy. 

“Perubahan mendadak sering kali membuat tim panik. Namun, individu dengan ADHD sering unggul dalam situasi bertekanan tinggi karena pikiran mereka dirancang untuk fleksibilitas dan ketenangan dalam krisis,” tambahnya. 

Sesi Zamy ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki ADHD, tapi juga untuk semua orang. Wawasan yang ia bagikan dirancang untuk membantu pemimpin dan rekan kerja menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan produktif untuk semua jenis pikiran. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang ADHD, para profesional dapat membangun tim yang lebih kuat dan meningkatkan kolaborasi, baik dalam alur kerja tradisional maupun non-tradisional. 

BACA JUGA:  Musik Dangdut Terbukti Memikat Wisman Malaysia

Perspektif unik Zamy akan menginspirasi para profesional industri MICE untuk mendefinisikan ulang produktivitas tradisional dan merangkul cara-cara di mana pikiran neurodivergen memperkuat industri acara bisnis. 

Sesi ini hanyalah salah satu dari 20 presentasi breakout yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian para profesional acara dalam empat kategori utama: Upskilling, Workplace Management, Industry Matters, dan Self-Leadership

Dikurasi oleh El Kwang dan tim BEAMexperience, serta dipandu oleh komite penasihat beranggotakan delapan pemimpin industri, Knowledge Program menjadi fondasi utama AIME 2025, menawarkan alat praktis dan wawasan mendalam untuk menavigasi industri yang terus berkembang. 

Diadakan di MCEC pada 10-12 Februari, AIME mempertemukan para pemimpin industri, buyer, dan peserta pameran selama tiga hari penuh koneksi, pembelajaran, dan inovasi. 

spot_img

Destinasi Long Weekend Idul Adha 2026, Momentum Ideal untuk Incentive Trip dan Small-Scale MICE

Jakarta, Venuemagz.com - Pekan ini jadi salah satu momen long weekend yang paling dinanti...

Swiss-Belhotel Sambut Libur Sekolah dengan Banjir Diskon dan Fasilitas Anak

Jakarta, Venuemagz.com - Grup manajemen perhotelan global, Swiss-Belhotel International (SBI), terus menghadirkan inisiatif baru...

Nakhoda Baru Ascott Jakarta: Wissam Aboujaoude Siap Bawa Perspektif Global dalam Pelayanan 

Jakarta, Venuemagz.com - Ascott Jakarta memperkenalkan General Manager terbarunya yang dijabat oleh Wissam Aboujaoude....

IPOS Siapkan Platform B2B Digital, Transaksi Akan Berlangsung Setiap Hari

Jakarta, Venuemagz.com -- Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS (Indonesia Professional Organizer Society), mengungkapkan rencana...

AIME 2025 Hasilkan Transaksi Bisnis Senilai $400 Juta

AIME 2025 kembali mencetak sejarah dengan menghasilkan transaksi bisnis senilai $400 juta dolar Australia...

Knowledge Program AIME 2025 Hadirkan Dua Keynote Speaker

Asia Pacific Incentives and Meeting Event (AIME) akan kembali digelar di Melbourne Convention and...

AIME 2025 Gunakan Area yang Lebih Luas

Asia Pacific Incentives and Meeting Event (AIME) akan kembali digelar di Melbourne Convention and...