BerandaEventKongres Diaspora Indonesia 2017 akan Dibuka oleh Barack Obama

Kongres Diaspora Indonesia 2017 akan Dibuka oleh Barack Obama

Published on

spot_img

Indonesia Diaspora Network Global (IDNG) akan menyelenggarakan Kongres Diaspora Indonesia pada 1-4 Juli 2017 di The Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka. Kongres Diaspora Indonesia merupakan acara yang diadakan tiap dua tahun sekali. Perhelatan kali ini merupakan yang keempat kalinya diadakan. Jaringan Indonesia Diaspora Network Global sendiri dibentuk pertama kali waktu Kongres Diaspora Indonesia yang pertama di Los Angeles pada tahun 2012.

Dino Patti Djalal, Ketua Board Of Trustee Indonesia Diaspora Network Global, mengatakan, diaspora itu semua orang yang berasal dan berbudaya Indonesia yang tinggal, bekerja, dan belajar di luar Indonesia. Diaspora ini tidak termasuk turis, diplomat, dan tentara Indonesia yang bertugas di luar negeri. Diaspora juga mencakup warga Indonesia yang sudah berubah kewarganegaraan, baik generasi pertama maupun keturunannya.

BACA JUGA:  IFRA Virtual Expo 2020 Raih Transaksi Rp43,7 Miliar

“Saat ini perkiraan kasar ada 6 hingga 8 juta diaspora Indonesia, dan 2 jutanya adalah TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Konsentrasi diaspora terbesar ada di Malaysia,” ujar Dino Patti Djalal.

Kongres keempat ini akan mengangkat tema “Bersinergi Bangun Negeri”, yang akan dihadiri masyarakat indonesia dari penjuru dunia untuk membahas berbagai isu ekonomi dan sosial budaya dengan tujuan meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia di Tanah Air dan di luar negeri. Untuk pertama kalinya Kongres Diaspora Indonesia akan mengadakan konvensi selama satu hari.

Pada konvensi tersebut dijadwalkan dihadiri mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama yang akan menyampaikan pidato kunci. “Ini merupakan pidato pertama Barack Obama di Asia setelah lengser dari kursi presiden, dan ini merupakan sesi khusus hanya untuk 3.500 orang saja,” ujar Dino.

BACA JUGA:  SIAL Interfood 2024 Perkuat Produk Makanan Minuman Asal Indonesia

Kongres Diaspora Indonesia 2017 diperkirakan menjadi kongres yang terbesar, dengan target sekitar 5.000 orang. Namun, hingga saat ini sudah ada 6.090 orang yang mendaftar untuk hadir, dan 427 di antaranya adalah diaspora dari 52 negara. Indonesia Diaspora Network Global sendiri menargetkan acara ini akan dihadiri peserta dari 52 negara, 133 kota di dunia, dan 71 kota di Indonesia.

Pada acara ini akan ada konvensi yang terdiri dari 12 sesi yang membahas berbagai isu dan topik terkait diaspora Indonesia, antara lain “Kontribusi Diaspora bagi Pembangunan Indonesia”, “Inovasi Keren Indonesia”, dan “Belajar, Bekerja, dan Bersaing di Luar Negeri”. Konvensi tersebut akan menghadirkan 40 pembicara diaspora Indonesia yang ikonik dan sukses, seperti Sehat Sutardja (Co-founder Marvell Technology Group), Romo Markus Solo Kewuta (Direktur Dialog Antar-Agama), dan Tania Gunadi (artis di Amerika).

BACA JUGA:  WONDERMICE Incentive Tour 2023 Kunjungi Desa Wisata Tambang Ayam

Selain konvensi, akan ada juga acara lain, seperti Diaspora Fair, Education Fair, bursa kerja, dan Photo Diaspora Exhibition. “Pada hari ketiga juga akan ada dialog sektoral antara diaspora dengan pemerintah, yakni masyarakat Indonesia di luar negeri yang memiliki kemampuan dan pengetahuan khusus akan memberi masukan kepada pemerintah Indonesia,” ujar Dino Patti Djalal.

spot_img
spot_img

Indonesia Women Fest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Kebutuhan Perempuan dalam Satu Platform

Tangerang, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo bersama GRID Network resmi membuka Indonesia Women Fest (IWF)...

Indowood Expo 2026 Hadirkan Teknologi dan Inovasi Masa Depan Industri Mebel Nasional 

Surabaya, Venuemagz.com – Indonesia kian memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri kayu...

Sambut Liburan Sekolah, Archipelago Hotels Luncurkan Kampanye School’s Out, Let’s Go!

Jakarta, Venuemagz.com -- Memasuki musim liburan sekolah 2026, antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan bersama...

Sebotol Kaya Jam, Oleh-Oleh dari Swiss-Belinn Manyar Surabaya

Surabaya, Venuemagz.com - Ada yang berubah dari cara orang mengingat sebuah perjalanan. Dulu, oleh-oleh...