Konjen India & BIFA Gelar Festival Cahaya 2018 di Bali

Wednesday, 28 November 18 0 Comments   Nila Sofianty
Festival Cahaya

Konsulat Jenderal India di Bali dan Pusat Kebudayaan Swami Vivekananda Bali (SVCC Bali) bekerja sama dengan Balinese Indian Friendship Association (BIFA) menggelar Festival Cahaya dalam rangka perayaan Diwali pada 25 November 2018. Acara yang digelar di Ballroom Hotel 100 Sunset ini dihadiri oleh sekitar 500 warga keturunan India yang tinggal di Bali, para ekspatriat India, warga Bali, dan tamu undangan lainnya.

Ini merupakan Festival Cahaya yang kesembilan kalinya diadakan dan dirayakan untuk publik. “Festival cahaya ini bertujuan untuk menyatukan orang-orang dari semua lapisan masyarakat di Bali dalam upaya menjangkau semua orang serta menyebarkan sukacita dan harmoni yang festival ini ciptakan,” ujar Neeta Malhotra, Presiden BIFA.

“Kami mengagumi bagaimana warga Bali sangat menjaga tradisi nenek moyangnya. Kami pun berusaha agar beragam tradisi India yang hampir sama dan memiliki banyak kemiripan dengan tradisi adat budaya masyarakat Hindu di Bali akan terus terjaga,” ujar Neeta.

“Setelah Cina, turis India menurut data merupakan penyumbang wisatawan yang cukup besar bagi Bali. India adalah pasar kedua pariwisata Bali. Warga India sangat mengagumi destinasi wisata di Bali, mengunjungi pura, resor-resor, alam Bali, dan suasana kehidupan malam, termasuk menggelar wedding. Bahkan, ada kepercayaan di India jika menggelar pesta pernikahan di Bali maka pasangan akan awet. Setiap tahun sedikitnya 100 acara wedding khas India digelar di Bali,” ujar Neeta.

Ramesh Sastry, Sekjen BIFA, mengatakan, kunjungan warga India terus meningkat dan kebanyakan untuk jalan-jalan. “70 persen warga India menyukai datang ke pura-pura, dan Bali itu dinilai damai dan aman,” ujar Ramesh.

“Tiap tahun pasti ada peningkatan turis India yang ke Bali dan ada sekitar 250-300 warga India yang beraktivitas dan bekerja di Bali. Untuk itu festival-festival seperti ini akan mempererat hubungan kedua negara yang sejak lama sudah sangat baik berkaitan dengan warga India yang ada di Bali ataupun terkait turis-turis India yang semakin menyukai Bali,” ujar Sunil Babu dari Konsulat Jenderal India di Bali.

Festival cahaya pada tahun ini terbilang lebih istimewa dari tahun-tahun sebelumnya karena yang hadir lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, dan perayaannya juga lebih beragam. Untuk tahun ini panitia menyediakan sekitar 500 tiket yang ada untuk warga keturunan India dan mengundang masyarakat Bali, termasuk Senator DPD RI Dr. Arya Wedakarna.

Festival ini diisi berbagai kegiatan, di antaranya sejumlah tarian India dengan pakaian warna-warni khas kesenian India dan beragam kuliner khas India yang bisa dinikmati para tamu. Tarian India menjadi daya tarik utama dalam acara ini. Tari klasik dan kontemporer India dibawakan oleh Malaysian Indian Cultural Group (MICG) dan SVCC, Bali. Beberapa ekspat India juga menampilkan tarian klasik India selama acara berlangsung. Bersamaan dengan tari klasik dan kontemporer, acara ini juga menampilkan tari Bali, live band, dan kembang api sebagai atraksi utama.

Diwali adalah festival terkenal di seluruh dunia dan dirayakan oleh jutaan umat Hindu. Seperti Galungan, Diwali merayakan permulaan baru dan kemenangan kebaikan atas kejahatan serta cahaya di atas kegelapan.