Kopi Craft Indonesia Dorong Kopi Nusantara Miliki Branding Kuat

Thursday, 10 June 21 Bonita Ningsih
Kopi Craft Indonesia

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ingin mendorong kopi khas nusantara menjadi nation branding yang kuat. Dengan hasil produksi yang melimpah, industri kopi diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi di Indonesia.

Berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Agrikultur Dunia (FAO) pada 2017-2018, Indonesia telah berhasil memproduksi lebih dari 10 juta karung kopi. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menjadi penghasil biji kopi terbesar keempat dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Columbia.

Jenis kopi yang dihasilkan Indonesia pun beragam, seperti Kopi Arabika Toraja, Kopi Gayo, Kopi Sidikalang, Kopi Kintamani, dan lainnya. Hal tersebut membuktikan bahwa potensi industri kopi di Indonesia sangat besar dan diharapkan dapat berkembang lebih mendunia.

“Kopi ini menjadi produk yang sangat diunggulkan dan Indonesia dikenal sebagai episentrum kopi di dunia. Saya harap industri kopi akan menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja dan menjadi penggerak ekonomi Indonesia termasuk ekspor,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara NGANTRI (Ngobrol Bareng Mas Menteri) secara daring melalui Instagram.

BACA JUGA:   Jatim Fair 2020 Digelar Secara Hibrid

Untuk semakin meningkatkan industri kopi Tanah Air, Kemenparekraf telah menyiapkan berbagai strategi bagi para pelaku usaha di dalamnya. Misalnya saja memberikan program pelatihan, bantuan, membantu pemasaran ke luar negeri, hingga menyelenggarakan berbagai event terkait produk kopi.

Sandiaga menjelaskan, saat ini Kemenparekraf telah menyiapkan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) untuk permodalan, Apresiasi Kreasi Indonesia, Food Startup, program BEDAKAN (Bedah Desain untuk Kemasan), dan Begerak (Bedah Gerai Kuliner). Strategi terbaru yang tengah dilakukan adalah dengan menggelar event Kopi Craft Indonesia 2021 untuk meningkatkan peluang bisnis para pelaku usaha kopi.

BACA JUGA:   FGD Expo 2015 Menargetkan Transaksi Rp100 Miliar

Bekerja sama dengan Summarecon Mal Serpong, Kemenparekraf tengah melaksanakan acara Kopi Craft Indonesia sejak 3 Juni-13 Juni 2021. Digelar secara offline, acara ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, hingga melakukan jaga jarak antar stan dan pengunjung.

Event ini memiliki banyak tujuan, seperti meningkatkan pendapatan para pelaku subsektor kuliner, khususnya penjual kopi, menambah awareness masyarakat tentang keanekaragaman kopi Indonesia, sekaligus menyosialisasikan story telling tentang kreasi produk kopi dari bean to cup.

Berbagai kegiatan juga dihadirkan di acara ini, seperti pameran, bazar, talkshow, workshop, edukasi, manual brew latte art competition, throwdown, movie screening, dan lain-lain. Bahkan, beberapa workshop tentang kopi dapat disaksikan gratis secara daring melalui akun Instagram Summarecon Mal Serpong.

BACA JUGA:   Dwitunggal Pameran IT dan Penyiaran akan Hadirkan 201 Peserta

“Melalui upaya ini diharapkan kopi benar-benar bisa menjadi nation branding yang kuat bagi Indonesia,” Sandiaga menambahkan.

Ada lebih dari 60 tenant yang terdiri dari petani, pengrajin, hingga pelaku usaha kafe kopi kekinian yang mengikuti acara ini. Setiap tenant memberikan berbagai informasi terkait jenis kopi dan bagaimana melakukan budidayanya.